Berita Pangkalpinang

Sidang Perkara Pertambangan Saksi Mabes Polri Sebut PT DS Jaya Abadi Tampung Timah Di Luar IUP

Sidang lanjutan perkara kasus dugaan pasir timah ilegal hingga melibatkan pimpinan perusahaan peleburan biji timah/semelter PT DS Jaya Abadi

Sidang Perkara Pertambangan Saksi Mabes Polri Sebut PT DS Jaya Abadi Tampung Timah Di Luar IUP
Bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Terdakwa, Ahmad Febrian alias Febri (tengah, tampak berdiri di hadapan majelis hakim) saat usai menjalani persidangan di gedung Pengadilan Negeri Pangkalpinang Kelas 1B. 

BANGKAPOS.COM-- Sidang lanjutan perkara kasus dugaan pasir timah ilegal hingga melibatkan pimpinan perusahaan peleburan biji timah/semelter PT DS Jaya Abadi, Ahmad Febrian alias Febri (status terdakwa), Selasa (2/4/2019) kembali digelar di gedung Pengadilan Negeri Pangkalpinang Kelas 1B.

Sidang kali ini pihak jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan seorang saksi yakni anggota kepolisian asal Mabes Polri, Sutadi. Beda dengan sidang sebelumnya JPU sempat menghadirkan sedikitnya delapan orang saksi.

Sementara majelis hakim yang menyidang perkara ini, I Nyoman Wiguna  selaku ketua bersama dua orang anggotanya, Iwan Gunawan dan Hotma EP Sipahutar.

Saat sidang berlangsung, Anggota Majelis Hakim Hotma EP Sipahutar menanyakan seputar kronologis kejadian penangkapan  dua unit mobil truk warna kuning bermuatan pasir timah di lingkungan semelterPT DS Jaya Abadi oleh tim Mabes Polri saat itu.

Hotma sempat  menanyakan kepada saksi Sutadi lasan tim Mabes Polri melakukan penangkapan duait mobil truk muatan pasir timah sebanyak 5 ton lebih tersebut, termasuk jumlah personil Tim Mabes Polri  yang ikut dalam aksi penangkapan pasir timah di gudang PT DS Jaya Abadi.

Di hadapan majelis hakim, saksi mengatakan jika kejadian penangkapan dua unit mobil truk bermuatan pasir timah sebanyak 5 ton itu bermula dari kegiatan penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya Mabes Polri terhadap aktifitas perusahaan semelter tersebut.

"Tim kami (Tim Mabes Polri -- red) sebanyak 12 orang saat penangkapan pasir timah itu pada tanggal 25 Mei 2018 lalu dipimpin oleh Kombes Pol Agung Budijono. Penangkapan berawal dari kegiatan penyelidikan yang kita lakukan saat itu," jelas saksi Sutadi.

Sedangkan alasan pihak Tim Mabes Polri melakukan penangkapan sejumlah pasir timah tersebut menurutnya saksi menduga pasir timah sebanyak 5 ton lebih yang disuplai ke semelter PT DS Jaya Abadi itu merupakan pasir timah yang diperoleh dari masyarakat atau penambangan ilegal atau bukan dari lokasi Ijin Usaha Penambangan (IUP) milik perusahaan semelter tersebut.

"Dikarenakan perusahaan semelter itu (PT DS Jaya Abadi -- red) melakukan kegiatan penampungan pengolahan pemurnian pasir timah itu di luar IUP (Ijin Usaha Pertambangan-- red)," sebut saksi Sutadi di depan majelis hakim.

Setelah mendengar keterangan singkat saksi (Sutadi), Hotma pun kembali menanyakan soal kegiatan yang dilakukan saksi Sutadi termasuk tim Mabes Polri lainnya saat kejadian penangkapan pasir timah pada semelter PT DS Jaya Abadi.

Halaman
1234
Penulis: ryan augusta
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved