Ahmadi Sopyan Upayakan Pelatihan Wirausaha Bagi Warga Berkebutuhan Khusus

Warga berkebutuhan khusus perlu mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dalam segi ekonomi.

Ahmadi Sopyan Upayakan Pelatihan Wirausaha Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Bangkapos.com
Ahmadi Sopyan Upayakan Pelatihan Wirausaha Bagi Warga Berkebutuhan Khusus 

BANGKAPOS.COM--Warga berkebutuhan khusus perlu mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan untuk menghidupi dirinya sendiri dalam segi ekonomi.

Hal ini diupayakan juga oleh calon Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung (Babel) Nomor Urut 3, Ahmadi Sopyan.

Menurutnya, setiap warga yang berkebutuhan khusus perlu diberikan pembinaan serta pelatihan kerja sesuai minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.

"Paling nyata bagaimana mereka diberikan pembinaan orang-orang yang ahli di bidangnya sehingga mereka bisa hidup mandiri. Adanya pelatihan wirausaha ketika mereka beranjak dewasa," kata Ahmadi Sopyan di Pangkalpinang.

Politisi dari Partai Gerindra ini menuturkan sebelum diberikan pembinaan dan pelatihan mesti melibatkan para pakar guna membimbing sekaligus menemukan kelebihan dari masing-masing individu.

Hal tersebut berguna untuk menemukan talenta yang ada bagi penyandang autisme yang diakui sangat terkendala dalam cara berkomunikasi dan bersosialisasi.

"Bila dilatih, kelebihan mereka bisa terasah. Kita harus menemukan kelebihan mereka dan kita arahkan," ujar pemuda kelahiran Desa Kemuja ini.

"Hal ini bisa dilakukan oleh para pakar untuk melakukan pelatihan, pembinaan, sekaligus menemukan kelebihan mereka. Mereka harus diberikan pelatihan kerja untuk bisa berwirausaha dan bisa mempekerjakan orang," lanjutnya.

Selain itu, Ahmadi juga menyoroti soal tindakan bullying yang kerap dihadapi para warga berkebutuhan khusus dari teman sebayanya.

Dia minta tindakan diskriminatif yang dihadapi para warga berkebutuhan khusus mesti ditindak tegas agar tidak terulang dalam lingkup bermasyarakat.

"Ketika bullying terhadap saudara kita yang berkebutuhan khusis dilakukan oleh orang berusia dewasa, maka pelakunya patut dihukum. Pada dasarnya kita harus merangkul mereka bukan mengoloknya," pungkasnya.

Penulis: Khamelia (Uwa)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved