Ceng Beng

Sakralnya Ceng Beng di Pulau Bangka, Ritual Tahunan Wujud Bhakti Kepada Leluhur

Sejarah panjang Pulau Bangka dan etnis Tionghoa menjadikan sebagian warga keturunan Tionghoa mengganggap

Sakralnya Ceng Beng di Pulau Bangka, Ritual Tahunan Wujud Bhakti Kepada Leluhur
Bangkapos
Lusia (39), asal warga Jakarta, tampak sibuk melakukan sembahyang kubur, di Tempat Pemakaman Umum, Yayasan Sentosa, Pangkalpinang, pada Hari Jum'at (29/3/2019) Pagi. ??? 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tanggal 4 April mendatang, merupakan puncak ritual Ceng Beng (sembahyang kubur) di Pulau Bangka.

Untuk ritual nan sakral ini, ribuan warga Tionghoa yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia maupun yang merantau ke luar negeri seperti Hongkong, Amerika Serikat, RRT dan negara lain pulang ke Bangka.

Mereka akan berziarah ke makam-makam leluhur mereka yang tersebar di kota-kota di Pulau Bangka seperti Pangkalpinang, Sungailiat, Muntok, Jebus, Belinyu, Koba dan Toboali.

Warga keturunan Tionghoa berkumpul melakukan ritual sembahyang kubur atau ceng beng di Pekuburan Kemujan Sungailait Kabupaten Bangka Kamis (5/4/2018).
Warga keturunan Tionghoa berkumpul melakukan ritual sembahyang kubur atau ceng beng di Pekuburan Kemujan Sungailait Kabupaten Bangka Kamis (5/4/2018). (Bangkapos/Deddy Marjaya)

Tradisi tahunan Ceng Beng sendiri merupakan wujud bhakti kepada leluhur maupun orang tua yang sudah tiada dan merupakan moment sakral bagi warga keturunan Tionghoa dimanapun mereka berada.

Sejarah panjang Pulau Bangka dan etnis Tionghoa menjadikan sebagian warga keturunan Tionghoa mengganggap Pulau Bangka adalah tanah leluhurnya bukan negeri Cina.

Tokoh Tionghoa Kecamatan Belinyu kabupaten Bangka Andre Tanjung mengungkapkan, untuk wilayah Kecamatan Belinyu sendiri diperkirakan ada ribuan perantau yang kini tersebar di kota-kota besar Indonesia maupun luar negeri yang akan datang melaksanakan tradisi Ceng Beng.

"Untuk tahun ini puncak Ceng Beng ada yang tanggal 4 dan ada yang tanggal 5. Kami tetap pada tanggal 5," ungkap Andre Tanjung baru-baru ini.

Ia menjelaskan seperti tahun-tahun sebelumnya saat ini sudah ada warga dari Hongkong dan Taiwan yang pulang untuk melaksanakan tradisi Ceng Beng di Belinyu.

" Ada yang dari Hongkong dan Taiwan yang pulang," ujarnya.

‎ Moment Ceng Beng sendiri memberikan pengaruh yang besar terhadap geliat perekonomian maupun wisata di Pulau Bangka.

Halaman
1234
Penulis: tidakada016
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved