Ceng Beng

Sakralnya Ceng Beng di Pulau Bangka, Ritual Tahunan Wujud Bhakti Kepada Leluhur

Sejarah panjang Pulau Bangka dan etnis Tionghoa menjadikan sebagian warga keturunan Tionghoa mengganggap

Sakralnya Ceng Beng di Pulau Bangka, Ritual Tahunan Wujud Bhakti Kepada Leluhur
Bangkapos
Lusia (39), asal warga Jakarta, tampak sibuk melakukan sembahyang kubur, di Tempat Pemakaman Umum, Yayasan Sentosa, Pangkalpinang, pada Hari Jum'at (29/3/2019) Pagi. ??? 

Pasalnya selain berziarah, para perantau yang datang untuk melaksanakan tradisi Ceng Beng biasanya langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berwisata di sejumlah objek wisata yang ada di Pulau Bangka.

‎Untuk ritual Ceng Beng sendiri pada saat ritual, masyarakat keturunan Tionghoa memanjatkan doa kepada leluhur yang meninggal agar mendapat tempat terbaik disisi Sang Pencipta.

Bhakti Kepada Leluhur

Warga keturunan Tionghoa melakukan ritual sembahyang kubur (cheng beng) di pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (4/4/2018)
Warga keturunan Tionghoa melakukan ritual sembahyang kubur (cheng beng) di pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (4/4/2018) (Bangkapos/Deddy Marjaya)

Ceng Beng atau Qing Ming sendiri memiliki makna bersih dan terang dan jatuh pada tiap tanggal 4 April

Pada saat puncak ritual Ceng Beng, mereka memanjatkan doa kepada leluhur yang meninggal agar mendapat tempat terbaik disisi Sang Pencipta.

Ritual biasanya dimulai sejak pukul 02.30 WIBdini hari, para peziarah mulai berdatangan kemakam dengan membawa sesajian yang telah disiapkan dari rumah masing-masing diantaranya Sam-sang (tiga jenis daging),

Sam kuo (tiga macam buah-buahan) dan Cai choi(makanan vegetarian), di makam leluhurnya masing-masing para peziarah melakukan ritual sembahyang, sebelumnya kubur diterangi oleh lilin,

dibakar hio (garu), dan diletakan kim chin(uang palsu kertas) di atas tanah makam sembari memanjatkan doa agar arwah orang tua dan leluhur mereka tenang di alam baka dan meminta diberikan rezeki serta kedamaian.

‎Dapat dipastikan suasana kuburan yang biasanya sepi bakal ramai dipenuhi ribuan manusia pada subuh tanggal 5 April mendatang.

Para peziarah sebelum puncak Ceng Beng biasanya memang sudah mulai berdatangan dari kota-kota besar di Indonesia maupun luar negeri untuk melkukan ritual tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved