Ceng Beng

Sakralnya Ceng Beng di Pulau Bangka, Ritual Tahunan Wujud Bhakti Kepada Leluhur

Sejarah panjang Pulau Bangka dan etnis Tionghoa menjadikan sebagian warga keturunan Tionghoa mengganggap

Sakralnya Ceng Beng di Pulau Bangka, Ritual Tahunan Wujud Bhakti Kepada Leluhur
Bangkapos
Lusia (39), asal warga Jakarta, tampak sibuk melakukan sembahyang kubur, di Tempat Pemakaman Umum, Yayasan Sentosa, Pangkalpinang, pada Hari Jum'at (29/3/2019) Pagi. ??? 

Untuk Ceng Beng ini justru yang masih terjaga di Pulau Bangka karena di Tiongkok sudah ada pergeseran lantaran pengaruh lahan.

Di sana sekarang pakai kremasi bukan dikubur lagi kecuali di desa-desa kecil atau di pelosok-pelosok.

‎Makna hakiki Ceng Beng sendiri adalah menghormati leluhur karena lantaran adanya para leuhur itulah kita saat ini ada didunia.

Ritual Ceng Beng adalah suatu bhakti anak kepada orang tua.

Disamping itu momen silahturahmi antara keluarga, adik beradik kumpul bersama, bertemu tetangga dan teman-teman yang jarang bertemu.

berkaitan dengan ritual Ceng Beng sendiri, pada saat acara puncak Ceng Beng sesaji wajib yang disajikan ada tiga jenis yaitu ayam kampung, daging Babi dan ikan, tapi sekarang untuk ikan dirubah pakai tahu.

Selain itu sesaji lainnya adalah buah-buahan dan kue-kue rakyat berikut tiga cangkir teh.

Makanan kesukaaan almarhum semasa hidup juga disajikan.

Ceng Beng di Pulau Bangka terutama di Belinyu diketahui sudah dilaksanakan ratusan tahun sejak masuknya pekerja timah dari daratan China ke Bangka pada abad 18 lalu.

Perayaan Ceng Beng tidak hanya bermakna sakral bagi kalangan warga keturunan Tionghoa.

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved