Kriminal

Gaya Hidup Tinggi, Curi Uang untuk Bayar Arisan

Sidang perkara pencurian dengan terdakwa Wiliandari yang melakukan tindak pencurian dengan membawa anak kembali digelar di PN Pangkalpinang.

Gaya Hidup Tinggi, Curi Uang untuk Bayar Arisan
Bangkapos.com//Rizky Irianda Pahlevy
Suasana persidangan terdakwa Wiliandari perkara pencurian uang masjid kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Kamis (4/4/2019). 

BANGKAPOS.COM--  Sidang perkara pencurian dengan terdakwa Wiliandari yang melakukan tindak pencurian dengan membawa anak  berusia dua tahun kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Kamis (4/4/2019)

Sidang kali dengan agenda tuntutan, setelah sebelumnya pada selasa (2/4/2019) telah digelar sidang mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Endang dan Adam Taufik selaku pasutri yang menjadi korban pencurian.

Saksi Endang menceritakan kronologis kepada hakim ketua di persidangan.

"Waktu itu tanggal 19 Desember 2018, saya masukin uang Rp 4,5 juta ke tas. Setelah itu saya letakin tas di mesin jahit. Nah saat itulah pelaku datang dengan membawa anak. Setalah itu pelaku memegang gorden dan sempat menelpon suaminya untuk mengukur ukurangorden yang sesuai rumah," ujar Endang saat memberikan kesaksian di persidangan.

Endang mengetahui uang Rp 4,5 juta yang merupakan uang masjid Muhajirin lenyap, setelah melihat tas sudah dalam keadaan terbuka dan pelaku sudah pergi meninggalkan toko.

Mengetahui menjadi korban pencurian, Endang memberitahu kepada adam selaku suaminya dan saksi dalam persidangan. Pasutri ini melapor kepada kepolisian esok harinya setelah kejadian karena Endang masih mengalami trauma.

Saksi Endang menambahkan, terdakwa Wiliandari berhasil ditangkap karena terdakwa Kemabli bertemu dengan saksi Adam.

"Saat suami silahturahmi dengan teman, datang terdakwa ke toko iwan, melihat terdakwa suami saya pegang tangan terdakwa. Tapi terdakwa berhasil kabur, namun dompet terdakwa sebelumnya sudah diambil suami saya," jelas saksi Endang.

Dalam persidangan terungkap modus terdakwa Wiliandari yaitu dengan cara berpura-pura membeli. Hasil dari curian itu digunakan terdakwa untuk membayar arisan.

"Iya waktu itu saya hanya berpura-pura saja menelpon suami. Uang dari hasil curian itu juga untuk bayar beberapa arisan saya. Saya akui gaya hidup saya terlalu tinggi," ujar terdakwa Wiliandari saat memberikan keterangan di persidangan.

Setelah mendengarkan keterangan saksi pada persidangan yang lalu. Hakim menutup persidangan dengan vonis 4 bulan 12 hari kepada terdakwa Wiliandari. (Bangka Pos/r4/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved