Berita Sungailiat

Akhirnya Bos Kecap Sungailiat Jadi Penghuni Rutan Bukit Semut

Bos kecap Merek SS dan Merek Siong di Kelurahan Kudai Sungailiat Bangka, Oesin Efendi alias Osin alias Jungsin, tak dapat lagi menghirup 'udara segar'

Akhirnya Bos Kecap Sungailiat Jadi Penghuni Rutan Bukit Semut
Bangkapos.com/Ferry Laskari
Bos Kecap Merek SS dan Merek Siong, Terdakwa Husin Efendi alias Jungsin, duduk di kursi pesakitan PN Sungailiat Bangka, guna menjalani sidang, Selasa (2/4/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Bos kecap Merek SS dan Merek Siong di Kelurahan Kudai Sungailiat Bangka, Oesin Efendi alias Osin alias Jungsin, tak dapat lagi menghirup 'udara segar'. Di penghujung agenda sidang kedua, Jumat (5/4/2019), Majelis Hakim Pengadilan Sungailiat mengalihkan statusnya, semula tak ditahan menjadi ditahan. 

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas I, Jonson Parancis kepada Bangka Pos, Jumat (5/4/2019) memastikan perihal pengalihan status Terdakwa Oesin Efendi alias Osin alias Jungsin. Pemilik pabrik kecap ternama di Kota Sungailiat ini kini menjadi penghuni sementara Rumah Tahanan (Rutan) Bukitsemut Sungailiat, dalam status tahanan hakim.

"Pada Hati Selasa (2/4/2019) kemarin, sudah digelar  sidang perdana, berupa pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangka, Pratama Hadi. Nah, sidang kemudian dilanjutkan pada Hari Jumat (5/4/2019), agenda pemeriksaan saksi," kata Jonson mengawali penjelasannya.

Saat sidang pertama, tiga hari lalu, Terdakwa Oesin Efendi alias Osin alias Jungsin masih bisa melenggang dari kediamannya di Lingkungan Kudai Sungailiat datang ke ruang sidang PN Sungailiat, didampingi keluarga. Maklum, ketika itu statusnya sama sekali tak ditahan. Bahkan sejak proses penyidikan di Polda Babel dan proses penuntutan di Kejari Bangka/Kejati Babel, pengusaha ini tetap berstatus tak ditahan.

"Hingga di awal sidang pada Hari Selasa (2/4/2019) kemarin, statusnya masih tetap tidak ditahan. Namun setelah memasuki agenda sidang kedua berupa pemeriksaan saksi, di akhir sidang Majelis Hakim Hakim PN Sugailiat, dipimpin Ketua Majelis, Sarah Lois Simanjuntak, membacakan surat penetapan status terdakwa," katanya.

Inti surat penetapan majelis hakim, menyatakan Terdakwa Oesin Efendi alias Osin alias Jungsin, diharuskan masuk ke dalam ruang tahanan, Rutan Bukitsemut Sungailiat. "Pada sidang kedua, ketua Majelis Hakim membacakan penetapan penahanan sehingga setelah sidang, terdakwa (Oesin Efendi alias Jungsin) harus masuk ke ruang tahanan," tegas Jonson.

Perubahan status itu merupakan wewenang Majelis Hakim PN Sungailiat karena perkara ini sudah mulai diadili. Sedangkan sebelumnya, perkara masih berada di penyidik kepolisian dan penuntut umum kejaksaan, sehingga wewenang kepada pihak yang bersangkutan. "Sedangkan pertimbangan hakim mengalihkan status terdakwa, semula tak ditahan menjadi ditahan, untuk memperlancar proses persidangan," tegasnya.

Sementara itu, sebelum status penahan dibacakan, proses sidang berjalan lancar. JPU Kejari Bangka, Pratama Hadi telah menghadirkan empat orang saksi di perkara ini, Jumat (5/4/2019). Para saksi memberikan keterangan di persidangan, seperti yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik maupun dalam surat dakwaan penuntut umum. "Saksi yang diperiksa di persidangan ada empat, dua orang pihak kepolisian dan dua orang pekerja pabrik kecap milik terdakwa," tambah Jonson.

Sebelumnya disebutkan, Subdit Indag Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Babel, tahun lalu,  Rabu (10/10/2018)  menggerebek pabrik kecam merek SS dan merek Siong milik Jungsin di Lingkungan Kudai Sungailiat Bangka. Polisi tak hanya menemukan bangkai cicak dididuga tercampur bahan baku kecap, namun diduga ada zat berbahaya, termasuk limbah tebuh (molase) yang digunakan dalam pengolahan kecap ini.

Namun kepada Bangka Pos, usai penggerebekan, Tersangka  Oesin Efendi alias Jungsin (OS alias JS), melalui perwakilan keluarganya,  yaitu Sudaryanto, Senin (15/10/2018) membantah pengolahan kecap di pabrik ini disebut tak higienis. Sebaliknya, pengelolah pabrik kecap tersebut selalu menjaga kebersihan dan mengantongi 20 ijin dari pemerintah. Namun demikian Sudaryanto, mewakili Jungsin  menghormati proses hukum yang terjadi

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved