Sejarah dan Arti Sebenarnya Cheng Beng di Tiongkok, Ratusan Warga Tionghoa Ziarah Kubur

Sejarah dan Arti Sebenarnya Cheng Beng di Tiongkok, Ratusan Warga Tionghoa Ziarah Kubur

Sejarah dan Arti Sebenarnya Cheng Beng di Tiongkok, Ratusan Warga Tionghoa Ziarah Kubur
Bangkapos/Deddy Marjaya
Warga keturunan Tionghoa melakukan ritual sembahyang kubur (cheng beng) di pekuburan Kemujan Sungailiat Kabupaten Bangka Rabu (4/4/2018) 

Pada setiap Festival Qingming atau Ceng Beng/ Cheng Beng, semua kuburan penuh sesak dengan orang-orang yang datang untuk menyapu makam dan mempersembahkan korban. Lalu lintas dalam perjalanan ke kuburan menjadi sangat macet.

Setelah sedikit menyapu makam, orang-orang menawarkan makanan, bunga, dan favorit orang mati, kemudian membakar dupa dan uang kertas dan membungkuk di depan tugu peringatan.

Berbeda dengan kesedihan penyapu makam, orang-orang juga menikmati harapan Musim Semi pada hari tersebut.

Kondisi Alam

Saat berlangsungnya Festival Qingming atau Ceng Beng/ Cheng Beng adalah saat matahari bersinar cerah, pohon dan rumput menjadi hijau dan alam kembali semarak.

Sejak zaman kuno, orang-orang telah mengikuti kebiasaan jalan-jalan Musim Semi.

Pada saat ini wisatawan ada di mana-mana.

Orang-orang suka menerbangkan layang-layang selama Festival Qingming atau Ceng Beng/ Cheng Beng.

Terbang layang-layang sebenarnya tidak terbatas pada Festival Qingming atau Ceng Beng/ Cheng Beng.

Keunikannya terletak pada orang yang menerbangkan layang-layang tidak pada siang hari, tetapi juga pada malam hari.

Untaian lentera kecil yang diikat pada layang-layang atau seutas benang tampak seperti bintang-bintang yang bersinar, dan karenanya, disebut "lentera dewa."

Festival Qingming juga merupakan waktu untuk menanam pohon, karena tingkat kelangsungan hidup anakan tinggi dan pohon tumbuh cepat kemudian.

Di masa lalu, Festival Qingming disebut "Hari Punjung". Tetapi sejak 1979, "Hari Punjung" ditetapkan pada 12 Maret menurut kalender Gregorian. (bangkapos.com/TeddyMalaka)

  

TONTON VIDEO PROF.UFI MENGIKUTI TRADISI CHEN BENG :

Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved