Betah Menjadi Penghuni Penjara di Pulau Tropis, Para Napi Ini Ogah Dibebaskan

Narapidana biasanya begitu menantikan kebebasannya dan memulai kehidupan yang baru. Tapi tidak bagi tahanan yang dipenjara

Betah Menjadi Penghuni Penjara di Pulau Tropis, Para Napi Ini Ogah Dibebaskan
(AFP/JOSE OSORIO)
Pemandangan kompleks penjara federal Kepulauan Maria di Isla Maria Madre, Meksiko. 

BANGKAPOS.COM - Narapidana biasanya begitu menantikan kebebasannya dan memulai kehidupan yang baru. Tapi tidak bagi tahanan yang dipenjara di Kepulauan Maria, Meksiko.

Diwartakan kantor berita AFP, Kamis (4/4/2019), lebih dari seabad sudah Meskiko mendirikan penjara di Kepulauan Maria, sebuah kepulauan Pasifik yang ditempuh 8 jam dengan kapal dari daratan.

Namun, pemerintahan yang baru telah memutuskan untuk menutupnya. Kebijakan itu ternyata tidak disambut baik oleh para tahanan, yang tidak mau meninggalkan penjara tropis.

Padahal para napi dan penjaga di kepulauan itu pernah dilanda Badai Willa pada Oktober tahun lalu dan mampu bertahan.

Meski demikian, mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk menahan kekuatan alam lain yaitu politik Meksiko.

Pada Februari lalu, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador memutuskan untuk menutup penjara tersebut.

Dia mengatakan, kepulauan itu dikenal karena keindagan dan keanekaragaman hayati, yang tidak boleh menjadi tempat untuk hukuman, penyiksaan, dan penindasan.

Penjara didirikan pada 1905 dan sekarang menjadi pusat kebudayaan Jose Revueltas, sesuai nama seorang penulis dan aktivis politik Meksiko yang dipenjara dua kali di sana pada 1930-an.

Terletak di Isla Maria Madre, nama kepulauan itu dalam bahasa Spanyol, penjara tersebut menampung sekitar 64.000 orang sepanjang pendiriannya.

Bulan lalu, sudah ada 584 narapidana yang sudah dikirim kembali ke daratan utama.

Halaman
123
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved