Cheng Beng

Tradisi Cheng Beng di Pemakaman Sentosa, Menyajikan Makanan hingga Membakar Uang Kertas Palsu

Selain berdoa, dalam tradisi Cheng Beng ini mereka juga membersihkan dan memberikan sejumlah sesaji kepada arwah.

Tradisi Cheng Beng di Pemakaman Sentosa, Menyajikan Makanan hingga Membakar Uang Kertas Palsu
Dokumen Bangka Pos
Le Thet Pung (60) warga Jakarta bersama anak dan istri melaksanakan prosesi sembahyang di makam leluhurnya dalam momen Cheng Beng (sembahyang kubur) Rabu (4/4/2018) di Pekuburan Kemujan Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM - Ratusan keluarga etnis Tionghoa, tampak memadati pemakaman Sentosa, Pangkalpinang. Jumat (5/3) pagi

Sejak tengah malam, pemakaman tersebut sudah mulai dikunjungi warga.

“Kami setahun sekali melakukan ziarah kubur. Inilah tradisi Cheng Beng,” kata Johan yang juga membawa serta belasan kerabatnya.

Selain berdoa, dalam tradisi Cheng Beng ini mereka juga membersihkan dan memberikan sejumlah sesaji kepada arwah. 

“Ada persembahan berupa makanan, buah-ubahan dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan untuk menghormati arwah leluhur,” kata Rosa yg menyempatkan diri pulang ke Pangkalpinang untuk merayakan Cheng Beng.

“Puncaknya memang Jumat (5/4) hari ini, namun beberapa orang sudah melakukannya sejak tanggal Rabu (3/4) kemarin,” imbuh Rosa.

Verawati, warga Pangkalpinang beserta kerabatnya juga tampak melakukan doa di pemakaman mertuanya. Ia tampak menata ayam goreng, nasi, buah buatan dan kue di pemakaman mertuanya.

“Ini mertua kami, sudah 30 tahun lebih meninggal,” kata verawati. 

Selain makanan, ia juga menyalakan lilin dan dupa di pemakaman tersebut. Sama dengan peziarah lainnya, ia dan keluarganya juga membakar uang kertas palsu tak jauh dari pemakaman mertuanya tersebut.

“Semuanya untuk menghormati leluhur kita,” kata verawati.

TONTON PROF.UFI MENGIKUTI TRADISI CHEN BENG :

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved