Berita Bangka Selatan

Ibrahim : Tekan Potensi Kegaduhan Sentra Gakkumdu Rahasiakan Nama Oknum Caleg

Oknum Anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel), yang diduga terlibat pelanggaran kampanye penggunaan fasilitas negara.

Ibrahim : Tekan Potensi Kegaduhan Sentra Gakkumdu Rahasiakan Nama Oknum Caleg
dok/bangkapos.com
DR Ibrahim S Fil, MSi DekanFisip UBB 

BANGKAPOS.COM-- Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (fisip) Universitas Bangka Belitung (UBB) Ibrahim, angkat bicara terkait alasan sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu) yang masih merahasiakan nama oknum Anggota DPRD  Kabupaten Bangka Selatan (Basel), yang diduga terlibat pelanggaran kampanye penggunaan fasilitas negara.

Menurutnya untuk menjaga kondusifitas jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, karena diperlukan ekskalasi ditengah momentum politik seperti ini.

"Saya kira sentra gakkumdu merahasiakan nama terlapor tujuannya untuk menekan potensi kegaduhan yang mungkin akan terjadi. Di tengah momentum politik yang sedang mengalami ekskalasi, mengurangi kegaduhan memang diperlukan," ujar Ibrahim kepada bangkapos.com, Sabtu (5/4/2019)

Namun, menurutnya informasi yang berseliweran justru berpeluang menimbulkan keraguan publik atas prosesnya. Meski demikian, dugaan dirinya tidak butuh waktu lama bagi Bawaslu dan Sentragakumdu untuk mengumumkan nama tersebut mengingat status dugaan pelanggaran kampanye tersebut telah ditingkatkan.

"Jika dicermati, pemanfaatan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye jelas melanggar. Kejelian tim Bawaslu di lapangan saya kira patut diapresiasi, lagipula sudah saatnya kita mulai menekan setiap potensi pelanggaran, meski kasus ini terbilang keluasan implikasinya tidak terlampau besar," tegasnya.

Selain itu Ibrahim juga mengapresiasi keseriusan pihak kepolisian dan kejaksaan mengawal kasus dugaan pelanggaran kampanye tersebut.

"Kasus-kasus yang demikian, seberapapun kecilnya tetap berpeluang mengurangi kekhidmatan demokrasi karena ada prinsip ekualitas antar kompetitor yang berjalan tidak imbang," jelasnya.

Namun yang paling terpenting kasus tersebut menjadi lesson learned bagi semua caleg dan parpol yang menjadi peserta pemilu. Untuk itu, baginya tidak ada persoalan bagi bawaslu membuka kronologi dan identitas terduga pelanggar.

"Kasus ini selayaknya menjadi lesson learned berharga bagi semua caleg dan parpol untuk menjaga netralitas pencalonan. Oleh karena itu, saya kira tidak masalah sekiranya Bawaslu membuka kronologi dan identitas terduga pelanggar segera ke publik. Lagipula, terduga pelanggar pun punya hak untuk menjelaskannya ke publik agar bisa lebih informatif. Jika tidak, khawatirnya keresahan publik muncul dan saling curiga bisa saja berkembang lebih luas," pungkasnya.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved