Selasa, 12 Mei 2026

Tak Mesti yang Modern, Yuk Kenalkan ke Anak 6 Jenis Permainan Tradisional Populer Ini

Zaman sekarang, anak-anak kehilangan sekitar 50% area luar rumah sebagai area bermain mereka.

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Foto Adeline Krisanti
arsitek Samual Tsang Bermain di area luar bersama teman menjadi kegiatan paling menarik bagi anak. 

BANGKAPOS.COM - Zaman sekarang, anak-anak kehilangan sekitar 50% area luar rumah sebagai area bermain mereka.

Padahal di masa pertumbuhannya, ada banyak hal yang bisa dipakai sebagai sarana mengembangkan fisik dan psikisnya, salah satunya dengan bermain.

Permainan yang dulu mungkin sangat akrab bagi orang tua, mungkin saat ini sudah sulit ditemui dan dilakukan oleh anak-anak zaman sekarang.

Terdorong oleh kemajuan zaman, permainan tradisional pun berangsur-angsur punah.

Padahal permainan ini merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia yang tak boleh hilang.

Tak ada salahnya jika permainan ini dikenalkan kepada mereka.

Selain bisa mengisi hari ceria mereka, main-mainan tradisional umumnya melibatkan interaksi dengan teman-temannya sehingga melatih anak bersosialisasi.

Enam contoh permainan tradisional ini dapat juga dilakukan di ruang yang terbatas di area luar, bahkan di dalam rumah.

Galasin

Galasin melatih motorik dan tanggung jawab terhadap tugasnya.

Budaya Jawa I Galasin melatih motorik dan tanggung jawab terhadap tugasnya.

Dimulai dengan membagi anggota menjadi dua grup dengan gambreng, galasin dimainkan dengan melewati zona yang dijaga lawan hingga batas terakhir.

Galasin dikenal juga dengan nama benteng, galah asin, dan gobak sodor.

Engklek

Engklek melatih keseimbangan dan kedisiplinan pada aturan dan koridor.

Budaya Jawa I Engklek melatih keseimbangan dan kedisiplinan pada aturan dan koridor.

Setelah menggambar kotak-kotak di atas pelataran semen atau aspal dengan kapur, engklek dapat dimainkan.

Ada sejarah mengatakan asal engklek dari nama Belanda zondag-maandag.

Nama lain engklek yaitu demprak, sunda manda, teklek.

Kelereng

Melatih fokus dan ketepatan berpikir dan bertindak.

Informasi Budaya Jawa I Melatih fokus dan ketepatan berpikir dan bertindak.

Mainan kecil bulat ini umumnya terbuat dari kaca, tanah liat, atau batu alam.

Permainan ini telah ada sejak 3.000 SM.

Nama lain kelereng yaitu gundu (Betawi), neker (Jawa), kalenci (Jawa Barat), ekar (Palembang), kleker (Banjar).

Egrang

Melatih keseimbangan dan keberanian.

Worldpress I Melatih keseimbangan dan keberanian.

Permainan legenda khas Indonesia ini populer di era tahun 1970-an.

Di kalangan masyarakat Betawi, egrang banyak dimainkan untuk mengiringi ondel-ondel.

Nama lain egrang yaitu terompah pancung (Lampung), jangkungan (Sumatera Utara).

Congklak

Melatih kecakapan berhitung dan ketelitian.

Budaya Jawa I Melatih kecakapan berhitung dan ketelitian.

Sejarah mengatakan, permainan adat Jawa ini berasal dari Arab.

Biji-bijian yang digunakan terbuat dari cangkang kerang atau biji tumbuhan.

Nama lain congklak yaitu dakon atau dakhon (Jawa), dentuman lamban (Lampung).

Gasing

Melatih kecerdikan anak.

Grid.id I Melatih kecerdikan anak.

Gasing adalah salah satu mainan tertua di dunia yang telah menyebar di seluruh pelosok tanah air dan menjadi bagian dari budaya setempat.

Nama lain gasing yaitu gangsing atau panggal (Jawa Barat), pukang (Lampung), begasing (Kalimantan). (*)

 

 https://idea.grid.id/read/091687858/mainan-tradisional-pun-asyik-kenalkan-ke-anak-6-jenis-populer-ini?page=all
Sumber: Idea
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved