Breaking News:

Kabar Terbaru Soal Desakan Lunasi Klaim Korban Lion Air hingga Respon Boeing yang Akui Kesalahan

Kabar Terbaru Soal Desakan Lunasi Klaim Korban Lion Air hingga Respon Boeing yang Akui Kesalahan

bangkapos/Deddy Marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono dan Wakapolda Kombes Pol Djoko Erwanto serta Pejabat utama lainnya melakukan tabur bunga di laut sebagai penghormatan kepada korban Lion Air JT 610 Sabtu (24/11/2018) diperairan Pasir Padi Pangkalpinang. 

Sementara Muilenberg dalam pernyataan maafnya mengatakan bahwa sebagian besar kecelakaan dalam industri pesawat berawal dari rangkaian peristiwa, dan Boeing tengah berupaya untuk memutus rantai dari dua kecelakaan yang sudah terjadi. "Adalah tanggung jawab kita untuk menghilangkan risiko ini," katanya.

"Kami memilikinya dan kami tahu bagaimana melakukannya," ujar Muilenberg.

 Tuntutan Lunasi Klaim

Pengacara korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 mendesak The Boeing Company, produsen pesawat Boeing 737 Max 8 yang jatuh pada pada Oktober 2018 segera melunasi klaim yang diajukan para korban. Menurut para pengacara, tidak ada alasan lagi bagi produsen pesawat terbang Amerika Serikat tersebut untuk tidak membayarkan klaim tersebut.

Brian Kabateck, pengacara terkemuka Amerika Serikat dan salah satu pengacara pertama yang mengajukan tuntutan menyatakan, sudah saatnya Boeing melangkah lebih jauh dari sekadar berbicara dan permintaan maaf.

"Boeing perlu segera menyelesaikan klaim terhadap mereka, oleh keluarga yang terluka yang tidak dapat diperbaiki dan orang-orang terkasih yang kehilangan ibu, ayah, putri mereka dengan cara yang paling mengerikan.

Boeing harus bekerja dengan semua yang terlibat untuk menyelesaikan masalah ini sekarang," kata Kabateck melalui keterangan resmi, Jumat (5/4/2019).

Sistem anti-stall

Pernyataan Kabateck menanggapi surat Chief Executive Boeing, Dennis Muilenburg yang berisi pernyataan dan belasungkawa pada hari Kamis (4/4) waktu setempat untuk 346 orang yang meninggal dalam kecelakaan Boeing 737 MAX 8 di Indonesia dan Ethiopia.

Boeing untuk pertama kalinya mengakui peran sistem anti-stall pada Boeing 737 MAX 8 dalam dua tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dan Lion Air.

Halaman
1234
Penulis: Teddy Malaka (CC)
Editor: Teddy Malaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved