Kasus Bunuh Diri Lebih Rentan Terjadi Pada Pria, Ini Alasannya

Psikolog Melly Triani menjelaskan bunuh diri merupakan fenomena yang amat rumit karena menyangkut kondisi kejiwaan manusia

Kasus Bunuh Diri Lebih Rentan Terjadi Pada Pria, Ini Alasannya
Facebook Haji Aming
Ilustrasi percobaan bunuh diri dengan naik ke atas tower 

BANGKAPOS.COM - Psikolog Melly Triani menjelaskan bunuh diri merupakan fenomena yang amat rumit karena menyangkut kondisi kejiwaan manusia yang juga sama rumitnya. Maka, penyebab seseorang bunuh diri tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi saja, karena ada banyak hal yang berperan dalam keputusan seseorang mengakhiri hidupnya.

"Ketika seseorang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, kita tidak bisa menyalahkan satu faktor saja. Misalnya faktor biologis yaitu gangguan kejiwaan serius yang membuat seseorang kehilangan akal sehatnya. Atau faktor lingkungan seperti kehilangan pekerjaan atau perceraian. Macam-macam faktor tersebut bisa sama-sama berperan," ujarnya saat dihubungi posbelitung.co, Minggu (7/4/2019).

Ia menambahkan, seseorang baru akan mencoba bunuh diri ketika ia merasa sudah tidak ada jalan keluar atau meyakini bahwa dunia atau orang-orang di sekitarnya akan jadi lebih baik bila ia meninggal. Pikiran-pikiran seperti ini bisa muncul dari penyakit mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, hingga skizofrenia.

Kasus bunuh diri lebih banyak terjadi pada pria. Dikarenakan biasanya pria menyimpan sendiri kegundahan atau kesedihannya karena tidak mau terlihat lemah.

"Akibatnya, keputusasaan ini terus menumpuk dan meracuni jiwa sampai akhirnya ia tidak kuat lagi membendungnya," imbuh Melly.

Selain itu, kebanyakan pria lebih memilih untuk mencari solusi yang konkret daripada sekadar curhat dan mencari dukungan moral. Jadi selama mereka belum berhasil menemukan jalan keluar masalahnya dengan modal sendiri, dukungan dari orang-orang terdekat saja mungkin belum cukup untuk memupuk harapannya akan hidup yang lebih baik.

Sedangkan wanita justru lebih mampu mengungkapkan dan mengelola emosinya dengan cara menangis atau curhat dengan orang-orang terdekatnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindarkan dari tindakan bunuh diri. Pertama, coba lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika kamu sudah berpikir untuk bunuh diri, berarti kamu sudah tidak mensyukuri apa yang Tuhan berikan kepadamu.

Kedua, coba cari tahu apa sebenarnya yang menjadi permasalahanmu. Cari akarnya, dan coba cerita dengan teman yang dirasa dapat kamu percaya untuk membantu mencari solusi yang terbaik.

Tetapi, utamakan terlebih dahulu orang tua, karena orang tua adalah orang yang mengetahui dirimu sebelum teman-temanmu. Setelah itu, baru coba ke teman-teman terdekat.

"Jika, belum berjalan baik, bisa meminta bantuan kepada psikolog atau dokter spesialis kejiwaan untuk menemukan terapi terbaik," jelasnya.

Ketiga, lakukan hobi atau aktivitas positif apapun yang disukai.

(Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved