HORIZON

Pilpres Rasa Ikan Salmon Bakar

Dalam Pilpres ini kita terjebak untuk mendiskusikan bumbu yang dipakai dan abai atas apa yang akan kita makan

Namun di antara rentetan pertanyaan ini, ada satu pertanyaan yang jawaban dari pengelola tersebut justru mengfecewakan. Pertanyaan tersebut adalah, lebih baik mana antara salmon bakar saus tiram atau salmon bakar kecap manis?

Dengan senyum, pengelola restoran ini menjawab, "...... hehehehe, kalau boleh jujur, kami hanya menyediakan salmon bakar saja. Mereka sendiri yang menentukan apakah diolah dengan kecap manis atau saus tiram. Pelanggan bisa membeli saus tiram atau kecap manis dari restoran lain," kata pemilik restoran sambil tertawa.

Lantaran penasaran, wartawan ini kembali bertanya, "Lalu mana yang terbaik dari keduanya," kata wartawan tersebut. "Kami pastikan, salmon yang dikonsumsi adalah salmon terbaik. Bicara enak dan tidak enak, kuncinya ada di koki restoran sebelah yang meramu saus tiram dan kecap manisnya," jelas pengelola restoran tersebut.

Dalam posisi masih bingung, seorang pelayan kemudian menghampiri dan membawa satu menu salmon bakar natural natural. "Silahkan dinikmati, kami sediakan salmon bakar natural gratis agar anda bisa bercerita apa adanya," kata pengelola restoran.

Dengan nada kecewa, wartawan ini pun mohon diri pergi tanpa mencicipi hidangan gratis yang disediakan untuknya. Ia hanya berguman, "Apa menariknya menulis salmon bakar natural, yang sama sekali tidak pernah dibicarakan publik."

Begitu keluar dari halaman restoran ini, wartawan ini pun kemudian sadar. Justru salmon bakar natural inilah yang seharusnya ia jadikan bahan tulisan. Ia tahu betul bagaimana pembacanya selama ini berdebat pada masalah-masalah yang tidak substansial. Kecap manis dan saus tiram tak lebih dari bumbu yang mengiringi gizi dari kelezatan salmon bakar berikut manfaat yang ada di kandungan ikan salmon itu sendiri.

Singkat cerita, pada 17 April 2019, wartawan ini pun kembali ke restoran tersebut. Ia tidak hendak wawancara, namun sebagaimana warga lainnya, ia ikut memesan menu ikan salmon bakar. Entah saus tiram atau kecap manis yang dikonsumsinya, yang jelas wartawan itu meminta pelayan restoran merahasiakan menu yang ia makan.

Setelah usai, kini giliran pengelola restoran yang bertanya kepada wartawan tersebut terkait menu yang dipilih untuk menyertai ikan salmon bakar natural yang dipesan. "Separuh lebih ikan tersebut saya nikmati natural apa adanya dan ternyata enak sekali. Salah satu bumbu itu baru saya campurkan saat ikan sudah mau habis," jawabnya mantab. (***)

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved