Berita Sungailiat

SPBU Sincong Belinyu Jadi Sorotan Warga, Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sincong Belinyu Bangka, jadi sorotan warga. Diduga SPBU ini menjual bahan bakar minyak jenis solar subsidi

SPBU Sincong Belinyu Jadi Sorotan Warga, Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran
(IST/ Kiriman Warga Belinyu)
Suasana saat pengerit berada di SPBU Sincong milik Afen. Tampak Kuasa SPBU, Yopi alias Ayop melayani pengerit. 

BANGKAPOS.COM-- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sincong Belinyu Bangka, jadi sorotan warga. Diduga SPBU ini menjual bahan bakar minyak jenis solar subsidi kepada pedagang BBM atau pengerit tertentu, dalam jumlah besar. Jika benar ini terjadi, SPBU tersebut sama halnya melakukan pelanggaran.

"SPBU Belinyu yang pertama kali (Sincong), dekat gerbang selamat datang Belinyu itu setiap pagi jual BBM jenis solar jam empat atau lima subuh. Mereka (Pengerit) isi pakai tangki modif di atas bak mobil pickup atau mobil minibus, harga Rp 5.500 perliter," kata warga si pemberi informasi.

Warga yang dimaksud bahkan mengirim foto dugaan penyaluran solar subsidi secara besar-besaran kepada pengerit atau pembeli menggunakan mobil tangki mobil atau drum modif.

Warga menyesalkan, Afen selaku pemilik SPBU diduga arogan seakan kebal hukum. "Bos yang punya SPBU jual ke pengerit. Katanya sih bos SPBU kebal hukum, sudah bertahun-tahun seperti ini tak pernah ditertibkan," tuding warga tersebut.

Tak hanya itu, menurut warga, Bos SPB, Afen diduga mengunakan solar subsidi di SPBU sendiri untuk keperluan operasional alat berat dan tambang timah pribadi. Sedangkan para sopir umum atau konsumen umum jadi kesulitan membeli BBM solar subsidi, saat siang hari. "Kalau siang tidak ada jual solar, karena setelah solar dari Pertamina bisa di SPBU itu, cuma untuk isi punya AFen, tiga drum sekali Isi," ungkapnya.

Sayangnya mengenai tudingan atau dugaan pelanggaran ini, Afen belum memberikan jawaban resmi. Kuasa SPBU AFen, yaitu Yopi alias Ayop, sempat dihubungi Bangka Pos, Selasa (9/4/2019), namun tak ada jawaban.

Yopi alias Ayop hanya membaca pesan konfirmasi WA melalui telepon seluler, Selasa (9/4/2019) Pukul 13.02 WiB, namun hingga berita ini diturunkan, Yopi tak juga memberikan balasan atau tanggapan konfirmasi dari Bangka Pos.

Mengenai informasi warga kepada bangkapos.com, Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian dikonfirmasi, Selasa (9/4/2019) mengucapkan terimakasih karena mendapat informasi. Namun informasi itu, belum dapat dipastikan kebenarannya karena masih harus diselidiki lebih dulu.oleh polisi.

"Terimakasih infonya, hal ini akan kita selidiki dan kita imbau kepada pemilik atau pengurus SPBU untuk distribusi BBM sesuai aturan yang ada," tegas Sophian.

Sementara itu Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan, Achmad Suherman, Selasa (9/4/2019) menyatakan, jika informasi itu benar, maka sangat disesalkan. "Karena solar subsidi itu kan ada uang negara di situ, dan bukan untuk dimonopoli oleh orang-orang tertentu. Solar itu untuk masyrakat yang berhak mendapatkannya, untuk mobil penumpang, mobil pembawa sembao dan lain-lain. Kalau tuduhan itu benar, maka kita bisa merekomendasikan agar ditutup SPBU tersebut," tegas Suherman.(Bangkapos.com/Ferylaskari)

 

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved