Justice For Audrey

Anak Ahok BTP Sebut Mengutuk 12 Siswi SMA Terduga Kasus Audrey Kurang Tepat, Begini Maksudnya

Kasus Audrey Siswi SMP di Pontianak yang diduga dikeroyok dan dilecehkan 12 siswa SMA viral di media sosial

Anak Ahok BTP Sebut Mengutuk 12 Siswi SMA Terduga Kasus Audrey Kurang Tepat, Begini Maksudnya
Instagram/Tribun Jakarta
Unggahan Nathania Purnama di Akun Instagram. 

Kasus tersebut pun tengah ditindaklanjuti kepolisian setempat untuk dikembangkan dalam proses penyelidikannya.

Diwartakan TribunPontianak, Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah mengatakan pihaknya baru saja menerima limpahan berkas dari Polsek Pontianak Selatan pada Senin lalu.

"Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya," ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019).

Isu tersebtpun viral di media sosial dan publik membuat tagar JusticeForAudrey atau #JusticeForAudrey.

Melansir dari media sosial Instagram YouTuber Atta Halilintar, Rabu (10/4/2019) King of YouTube itu mengaku merinding kala membacar berita soal Audrey.

Atta Halilintar juga menuturkan keinginannya untuk bertemu Audrey.

"Merinding Hari dari tadi baca berita tentang Adek Audrey..

Semoga Aku Bisa ktemu Sama Adik Audrey (emoji tangan)," tulis Atta Halilintar.

Lebih lanjut, Atta Halilintar juga menuliskan kutipan tentang bully dan menyakiti seseorang.

"Bully menyakiti orang ga akan bikin lo terlihat keren

- Atta Halilintar -"

Unggahan tersebut dilengkapi Atta Halilintar keterangan yang menguatkan Audrey.

"Yang kuat ya dek," tulis Atta Halilintar dalam keterangan fotonya, Selasa (9/4/2019).

Sontak unggahan Atta Halilintar itu mendapatkan banyak respons dari pengguna Instagram.

"Terima kasih bg @attahalilintar Buat dukungannya, datang lah ke pontianak jenguk dek audrey."

"Alhamdulillah, bang atta udh baca beritanya... Mohon dukung audrey ya bang...."

"Mantap bangg yuk kita rame rame bela audreyyy."

"Jenguk bang udah keterlaluan ini mah anak SMA ny haduh jangan klarifikasi depan kamera lah."

Kronologis: korban dijebak

Diwartakan TribunPontianak.com, kronologis kejadian diungkapkan oleh Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat melalui konferensi pers.

KPPAD selaku lembaga yang bergerak dibidang perlindungan anak akan memberikan pendampingan baik pada korban maupun pelaku.

Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu yang hadir saat konferensi pers menceritakan kronologi kejadian penganiayaan tersebut.

Tumbur Manalu menjelaskan, kejadian pengeroyokan terhadap korban yang merupakan siswi SMP tersebut dua pekan lalu.

"Kejadian dua pekan lalu, Jumat (29/3/2019) namun baru dilaporkan pada orangtuanya, hari Jumat (5/4/2019) ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan. Kemudian kita dari KPAD langsung menerima pengaduan," ucap Manalu saat memberikan keterangan di Kantor KPPAD, Senin (8/4/2019).

Manalu melanjutkan, korban dijemput terduga pelaku yang mencapai 12 orang. Namun sebenarnya, aktor utama hanya 3 orang.

"Korban sebenarnya berada di rumah, kemudian dia dijemput terduga pelaku dari 12 orang itu. Sebetulnya aktor utama 3 orang dan sisanya membantu atau tim hore," ucap Manalu.

Korban dijemput dengan alasan ada yang mau disampaikan dan diomongkan.

Jadi dengan seperti itu, korban bersedia ikut bersama pelaku dan dibawa ke Jalan Sulawesi.

TONTON JUGA :

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kasus Audrey Dikeroyok 12 Siswi SMA Viral, Putri Ahok Sarankan Berhenti Memaki dan Membenci Pelaku

Editor: ediyusmanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved