Berita Pangkalpinag

Bahar Buasan Minta Petani Diberikan Bibit Unggul Demi Majukan Pertanian

Bahar Buasan mendorong pemerintah melalui dinas pertanian daerah Babel untuk membantu penyediaan dan distribusi bibit unggul

Bahar Buasan Minta Petani Diberikan Bibit Unggul Demi Majukan Pertanian
Ist
Bahar Buasan minta pemerintah berikan bibit unggul untuk petani. 

BANGKAPOS.COM-- Anggota DPD RI Dapil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bahar Buasan mendorong pemerintah melalui dinas pertanian daerah Babel untuk membantu penyediaan dan distribusi bibit unggul serta pupuk asli agar sampai langsung kepada petani.

Hal tersebut diutarakan Bahar menanggapi isu di masyarakat tentang beredarnya bibit tidak jelas dan pupuk palsu. Karena itu Bahar meminta pemerintah untuk gencar melakukan pengawasan dan razia pasar.

"Bagaimana peran pemerintah untuk menjaga pertanian kita menjadi potensi unggul kedepan. Karena itu ini tugas kita di pemerintah untuk mengawasi persebaran bibit yang tidak jelas," ujar Bahar Buasan saat berada di Balai Benih Pertanian Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perternakan Provinsi Babel.

"Kita harus membangun Pak. Ini merupakan bagian tugas kita bersama untuk meningkatkan perekonomian petani. Tidak boleh menjual bibit sembarangan. Ini kan menjadi masa depan daerah kita," lanjut Bahar.

Bahar juga menjelaskan dampak yang dialami petani bila persebaran bibit yang tidak jelas terus dibiarkan. Dirinya tidak ingin petani menanggung penderitaan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Bayangkan bila kita salah tanam bibit, kita kehilangan berapa lama waktu pak? itu kita tunggu 5 tahun lebih, bisa menghabiskan umur kita hanya untuk menunggu yang tidak pasti," ujar Senator kelahiran Pangkalpinang itu.

Bahar Buasan juga menyatakan rasa geram terhadap para pelaku penjual pupuk palsu yang sempat menghebohkan masyarakat.

"Saya selama ini punya beban dalam hati. Ada pula orang yang tega menjual pupuk palsu, dimana ditaruhnya hatinya itu?" kesal Bahar.

Selain itu, Bahar juga mendorong pemerintah agar cekatan dalam memberikan inovasi sebagai upaya meningkatkan produktifitas maupun efesiensi pertanian di Babel.

"Pemerintah juga harus memikirkan efesiensi dan produktivitas. Contohnya seperti lada, masyarakat ingin harga 100 ribu per kilogram, Selama ini kan 1 batang hanya berkisar 0,8 kg. Nah tugas pemerintah bisa melakukan proses penyeleksian bibit unggul serta pendampingan kepada para petani untuk merawat tanaman ladanya hingga bisa menghasilkan panen minimal 2 kg per batang," pungkas Bahar. (Bangkapos.com/Nurhayati)

Penulis: nurhayati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved