Gorila Pun Berduka Saat Kawanannya Mati

Beberapa pengamatan di alam liar membuktikan bahwa spesies lain, seperti paus orca atau simpanse, juga menunjukkan rasa dukanya.

Gorila Pun Berduka Saat Kawanannya Mati
Dian Fossey/Gorilla Fund International/CC BY 4.0
Seekor anak gorila terlihat sedang berduka. 

BANGKAPOS.COM - Bukan hanya manusia saja yang merasakan kesedihan.

Beberapa pengamatan di alam liar membuktikan bahwa spesies lain, seperti paus orca atau simpanse, juga menunjukkan rasa dukanya.

Terbaru, para peneliti gorila liar di hutan Rwanda dan Kongo mendapati penampakan serupa.

Para peneliti melihat hewan-hewan tersebut berkumpul, kadang-kadang menatap, mengendus, menjilat, menyentuh, dan merawat anggota kawanan yang sudah mati selama beberapa menit.

Perilaku ini didapati pada gorila pegunungan silverback (Gorilla beringei beringei) dan kelompok gorila grauer (Gorilla b. graueri).

Pada kawanan gorila pegunungan, para peneliti menemukan bahwa ada seekor jantan dewasa berusia 35 tahun yang mati karena usia tua.

Sementara di kawanan Gorila Grauer, peneliti melihat seekor betina berusia 38 tahun yang juga mati karena usia.

Dari pengamatan pada kedua kawanan, peneliti menemukan jika para gorila ini duduk dalam jarak 10 meter dari mayat, kadang mendekat untuk menyentuh dan mengendus mereka.

Ini menunjukkan bahwa gorila mungkin merasa kasihan dan kesedihan terhadap kawanan mereka, serta keingintahuan terhadap konsep kematian.

Para peneliti juga mencatat perilaku ini merupakan respons yang mirip dengan gajah, yang sering tertarik pada anggota kawanan atau luar kelompok yang sudah mati.

Halaman
12
Editor: tidakada015
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved