Justice For Audrey

Hotman Paris Gerah Terduga Pencolok Bagian Intim Audrey Bebas hingga Sindir Oknum Aparat

Kasus Audrey, siswi SMP yang jadi korban pengeroyokan siswi SMA menjadi perhatian banyak pihak.

Hotman Paris Gerah Terduga Pencolok Bagian Intim Audrey Bebas hingga Sindir Oknum Aparat
Kolase Bangkapos.com
Hotman Paris tanggapi #justiceforaudrey 

Hotman Paris meminta Presiden Jokowi RI untuk merespon masalah ini.

Satu kalmat saja yang keluar dari mulut presiden terkait kasus ini di televisi akan membuat proses hukum berjalan.

"Kasus Audrey

hanya dengan satu kalimat

Apabila Bapak Presiden RI Bapak Jokowi

Berbicara di televisi 

Agar kasus Audrey Pontianak

Segera disidik dan ditangkap pelakunya

Maka hukum akan cepat berjalan

Pak Jokowi this is the right time for you," terang Hotman Paris.

Sumbang Honor

Keseriusan Hotman Paris untuk membantu keluarga Audrey tidaklah main-main.

Tak hanya bercerita di dunia maya, Hotman Paris pun mengatakan menyumbangkan honornya dari sebuah pesantren untuk keluarga Audrey.

Bukan untuk apa-apa melainkan untuk upaya penegakan hukum. 

"Kepada para keluarga korban 

saya baru dapat honor dari pesantren tebu iren jombang

itu semua honor akan saya sumbangkan 

kepada ibu dari korban sebagai awal dari perlawanan hukum 

Salam Hotman Paris," papar Hotman Paris.

Kronologi Kejadian

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli mengatakan, peristiwa pengeroyokan terjadi di dua tempat berbeda, yakni di Jalan Sulawesi, Kecamatan Pontianak Kota dan Taman Akcaya, Jalan Sutan Syahrir Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (29/3/2019) sekira pukul 14.30 WIB.

Saat itu, korban sepulang sekolah dijemput seorang temannya untuk pergi ke rumah saudara sepupunya.

Tak lama setelah sampai di rumah saudaranya, korban bersama temannya itu pergi keluar dengan menggunakan sepeda motor.

Namun ternyata, di tengah perjalanan korban dibuntuti pelaku dengan menggunakan dua sepeda motor.

Saat di Jalan Sulawesi, korban dicegat pelaku.

"Oleh salah seorang pelaku, wajah korban disiram dengan air. Rambutnya ditarik dari belakang. Lalu dia terjatuh ke aspal," kata Husni, di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/4/2019).

Setelah terbaring di jalan, pelaku lain menginjak perut korban dan membenturkan kepalanya ke aspal.

"Korban bersama temannya itu kemudian melarikan diri menuju Taman Akcaya, yang memang berada tak jauh dari situ," ujarnya.

Korban kemudian dikejar lagi. Setelah dapat, korban dipiting, kemudan salah satu pelaku menendang perutnya lagi.

Kejadian tersebut menarik perhatian warga sekitar. Dan membuat pelaku melarikan diri.

Husni mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, jumlah pelaku diindikasikan berjumlah tiga orang pelajar, bukan 12 seperti yang beredar luas di media sosial.

(Bangkapos.com/Edy Yusmanto)

Penulis: Edy Yusmanto (Ero)
Editor: ediyusmanto
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved