Justice For Audrey

Keluarga Pelaku Pengeroyokan Minta Perlindungan KPPAD, Poppy Ingin Bantu Pulihkan Trauma Audrey

Perkelahian antara sejumlah siswi SMA dengan siswi SMP di Pontianak ini semakin viral di media sosial (medsos)

Keluarga Pelaku Pengeroyokan Minta Perlindungan KPPAD, Poppy Ingin Bantu Pulihkan Trauma Audrey
instagram/ @gosipnyinyir2
Capture tangkapan layar permintaan maaf dari pelaku kasus pengeroyokan Audrey saat konfrensi pers di Mapolresta Pontianak beredar 

BANGKAPOS.COM-- Perkelahian antara sejumlah siswi SMA dengan siswi SMP di Pontianak ini semakin viral di media sosial (medsos). Tidak hanya keluarga korban yang meminta perlindungan tetapi juga keluarga terduga pelaku pengeroyokan Audrey, siswi SMP di Pontianak mengakui anak-anak mereka ini dapat ancaman usai kasus ini menjadi viral di media sosial.

Hal tersebut diungkapkan pihak keluarga terduga pelaku saat mendatangi Kantor KPPAD Kalimantan Barat untuk meminta perlindungan untuk anak-anak mereka.

Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati menyebutkan para terduga pelaku ini mendapat berbagai ancaman, seperti ancaman pembunuhan dan yang lainnya.

"Sanksi sosialnya sampai ada yang mengancam ingin menusuk kemaluan mereka, ada yang ingin membunuh, ada yang ingin menyekap, ancaman itu bertubi-tubi mereka terima, jadi dalam hal ini mereka ingin meminta perlindungan yang sama," ungkap Eka, seperti dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunPontianak, Rabu (10/4/2019).

 Akibatnya, para terduga pelaku ini divceritakan pihak keluraga mengalami tekanan mental yang sangat berat.

"Mereka datang karena ingin mengungkapkan si pelaku ini sekarang sedang dalam tekanan luar biasa," tambahnya.

Maka dari itu, Eka menjelaskan kalau kedua belah pihak yakni terduga pelaku dan korban sama-sama berhak mendapat perlindungan dari KPPAD sesuai Undang-undang yang berlaku.

"Karena dalam UU menjelaskan bahwa pelaku juga memiliki hak dilindungi disini, itu yang sedang kita rundingkan," ujarnya.

Tak hanya dapat perlindungan, baik korban maupun terduga pelaku ini pun akan mendapat penganan untuk trauma healing atau pemulihan trauma.

"Untuk lanjutan besok akan ada trauma healing yang akan diberikan kepada pelaku, nanti sore kami akan menemui korban untuk memastikan pendampingan lanjut terkait trauma healing," ujarnya.

Akan tetapi, apa yang disampaikan keluraga terduga pelaku ini justru berbeda dengan yang terjadi kepada para terduga pelakunya sendiri.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved