Berita Pangkalpinang

Statmet Depati Amir Pangkalpinang Ingin Sederhanakan Informasi Teknis untuk Nelayan

Informasi terkait prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) acap kali tak bisa diserap dengan baik dan mudah

Statmet Depati Amir Pangkalpinang Ingin Sederhanakan Informasi Teknis untuk Nelayan
(BANGKA POS / DEDY Q)
Suasana program Sekolah Lapangan Nelayan Babel 2019 di Soll Marina Hotel, Rabu (10/4/2019). 

BANGKAPOS.COM - Informasi terkait prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) acap kali tak bisa diserap dengan baik dan mudah oleh para nelayan.

Ada kesenjangan informasi mengenai istilah dan gambar teknis dari BMKG sehingga ini dianggap menyulitkan nelayan.

Inilah satu di antara alasan Statmet Depati Amir Pangkalpinang mengadakan program Sekolah Lapang Nelayan Babel 2019.

"Supaya mereka bisa membaca dan menerjemahkan informasi dari kami," kata Kepala Statmet Depati Amir Pangkalpinang Nanang Purnadi di sela pembukaan program Sekolah Lapang Nelayan 2019 di Hotel Soll Marina, Bangka Tengah, Rabu (10/4/2019).

Dia menyontohkan, di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, BMKG memiliki display informasi berupa gambar dan teks mengenai prakiraan cuaca. Informasi dan gambar teknis display inilah yang diinginkan BMKG agar bisa dipahami nelayan dengan mudah.

"Selama ini kami hanya berikan berupa prakiraan di display, informasi melalui grup-grup WA, tetapi mereka tidak bisa menerjemahkan secara langsung informasi yang kami berikan. Bahasa teknis ini akan kami permudah, mungkin akan kami terjemahkan, kalau perlu dalam bahasa daerah," katanya.

Sekolah Lapang Nelayan Babel 2019 akan terdiri dari tiga tahapan. Masing-masing tahapan akan diikuti oleh stakeholder, penyuluh perikanan dan kelompok nelayan.

"Secara khusus masyarakat nelayan akan diajari bagaimana mendapatkan informasi cuaca secara mudah, cepat, dan mudah dipahami. Kami akan berikan itu, kemudian akan kami jelaskan informasi ini bisa diakses di mana," kata Kepala Bidang Informasi Meterologi Maritim Eko Prasetyo.

Pihaknya juga akan mengajarkan nelayan merencanakan aktivitas di laut yang produktif. BMKG akan memberikan pemahaman mana daerah tangkapan yang sesuai dan aman sesuai perencanaan melaut nelayan.

"Kami akan ajarkan masyarakat bagaimana memahminya," ucap dia.

(Bangkapos/ Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved