Update Musibah Lion Air JT 610 Jakarta-Pangkalpinang, Keluarga Korban Alami Kenyataan Pahit Ini

Menurut keluarga korban dokumen itu melarang mereka menuntut Boeing jika ingin klaim asuransi mereka cair.

Update Musibah Lion Air JT 610 Jakarta-Pangkalpinang, Keluarga Korban Alami Kenyataan Pahit Ini
@sutopo_PN
Foto ajakan kepada para netizen (warganet) untuk tidak menyebarkan hoax maupun foto-foto yang bisa menambah trauma keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 Jakarta-Pangkal Pinang. 

BANGKAPOS.COM - Para keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang menganggap pemerintah

Indonesia "cuci tangan" terkait pencairan dana kompensasi menyusul pernyataan terbaru Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sejauh ini pihak keluarga korban merasa kesulitan dalam mencairkan klaim lantaran menolak menandatangani Release & Discharge (R&D) dalam dokumen pencairan dana.

Menurut keluarga korban dokumen itu melarang mereka menuntut Boeing jika ingin klaim asuransi mereka cair.

"Masa dia sendiri yang bikin aturannya, sementara dia bikin aturan di atas aturan itu. Cuci

tangan, cuci tangan, mau cari aman," katanya kepada Arin Swandari yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Klaim membantu dan belum membela korban

Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 tahun 2011 tentang Pengangkut Angkutan Udara, penumpang yang

meninggal dalam pesawat akibat kecelakaan atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan angkutan udara diberi ganti rugi Rp1,25 miliar per penumpang.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan membantu dan memfasilitasi pencairan dana kompensasi kepada keluarga korban.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved