Breaking News:

Pemilu 2019

WNI di Thailand Hari Ini Sudah Mencoblos untuk Pemilu 2019, Tersebar di 62 Provinsi

Pemilu 2019 Indonesia di Thailand berlangsung di Bangkok dan di Hadyai dalam waktu bersamaan hari Rabu ini, 10 April 2019 sejak pagi hingga sore.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
IST/Mahasiswa RI di Thailand
Suasana Pemilu 2019 di Thailand berjalan aman dan lancar, Rabu (10/4/2019). 

Oleh: Zamal Nasution, Kandidat Doktor di Mahidol University Thailand, Peneliti WNI di Thailand

BANGKAPOS.COM - Pemilu 2019 Indonesia di Thailand berlangsung di Bangkok dan di Hadyai dalam waktu bersamaan hari Rabu ini, 10 April 2019 sejak pagi hingga sore.

Di Bangkok, para pemilih dari 62 provinsi dilayani melalui Sekretariat Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) yang berlokasi dalam Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok.

Ada sejumlah 14 provinsi lain di wilayah Thailand bagian Selatan yang dilayani oleh PPLN yang berlokasi di Konsulat Jenderal (Konjen) di Hadyai Propinsi Songkhla.

Menurut data pemilih yang ditampilkan oleh situs PPLN Bangkok per 10 April 2019 sore, jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.526 orang dan pemilih tambahan (DPTb) sebanyak 259 orang, beserta pemilih khusus (DPK) sebanyak 32 orang.

Dengan adanya pemutakhiran kembali per 10 Desember 2018, jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Pemuktakhiran (DPTHPLN) menjadi 1.585 orang dengan DPTb dan DPK jumlahnya tetap.

Sehingga diharapkan keseluruhan pemilih yang mencoblos pada hari penghitungan kartu suara pada hari Rabu 17 April 2019 sebanyak 1.876 orang.

Distribusi kartu suara lewat pengiriman pos telah dimulai sejak pertengahan Maret 2019, dengan pemilih sejumlah 457 orang dan diharapkan dapat diterima keseluruhannya kembali ke KBRI Bangkok maksimum pada 16 April 2019.

Berbeda dengan pos,15 orang pemilih yang berada dalam lembaga pemasyarakatan (LP) di Bangkok diberikan layanan khusus mencoblos dengan didatangi oleh petugas panitia pemilu pada 17 April 2019.

Pada hari Rabu 10 April 2019 atau hari ini, di KBRI Bangkok diselenggarakan pencoblosan untuk pemilih sebanyak sebanyak 1.404 orang.

Berdasarkan Undang-undang pemilu, maka diperlukan 2 tempat pemungutan suara (TPS) 1 dan 2.

Dalam perbincangan informal dengan panitia di PPLN Bangkok pada Rabu sore ini, surat suara yang diterima lewat pos sekitar 250 dari 457.

Jumlah ini ditambah dengan pemilih di 2 TPS sebanyak sekitar 690 orang, sehingga total yang diterima hingga hari ini dari pos dan TPS sebanyak 940 suara dari keseluruhan target sebanyak 1.876 suara.

Berdasarkan persentase, maka surat suara dari pemilih pos sebesar 54% dan dari TPS 1 dan 2 sebesar 49%.

Berdasarkan pengamatan, para pemilih sudah mengantri di KBRI Bangkok sejak sebelum jam 8 pagi.

Jumlah pemilih perlahan meningkat hingga melampaui 60% dari total 690 orang sebelum jam 1 siang, dan perlahan menurun hingga TPS ditutup jam 6 sore.

Terlihat sebagian besar pemilih berusia di bawah 50 tahun yang didominasi oleh penduduk perkotaan dari Bangkok dan sekitarnya.

Sementara mahasiswa yang secara statistik jumlahnya sekitar 50% dari populasi WNI di Thailand terlihat tidak sebanyak ketika menghadiri kegiatan-kegiatan di KBRI yang biasanya di hari libur/akhir pekan.

Ini dimungkinkan karena pemilu yang diselenggarakan pada hari kuliah mendekati libur panjang Songkran memaksa mahasiswa mengejar kegiatan perkuliahan ataupun mengerjakan tugas di kampus.

Mahasiswa enggan meminta dispensasi kepada pihak kampus dikarenakan belum adanya pemberitahuan langsung dari pihak PPLN/KBRI Bangkok kepada masing-masing kampus.

Alternatif lainnya, yaitu meningkatkan partisipasi dengan upaya penyediaan kotak suara keliling di wilayah-wilayah konsentrasi mahasiswa misalnya di kampus Chulalongkorn, Mahidol, Kasetsart, Chiang Mai, Chiang Rai, dan lainnya.

Kesulitan yang dihadapi PPLN di Bangkok, apabila mengirimkan surat menggunakan bahasa latin, maka kemungkinan diterima di alamat tergantung pada keaktifan penerima menanyakan kepada petugas pos setempat.

Aksara Thai sangat spesifik, sehingga perbedaan satu huruf bisa membedakan nama dan tempat. Akibatnya, banyak surat suara ataupun undangan yang tidak diterima tepat waktu.

Pengalaman di beberapa tempat, diperlukan penulisan nama maupun alamat oleh pemilik tempat tinggal dan dituliskan kembali oleh orang Thai pada kolom penerima.

Dalam beberapa kasus, bahkan calon pemilih mahasiswa yang berada di satu apartemen sebagian saja yang menerima.

Maka diperlukan komunikasi di luar kebiasaan administratif, kartu suara dibawakan oleh orang yang berkunjung ke KBRI Bangkok. Aturan administratifnya, bahwa pemilih pos harus dikirimkan lewat jasa pos.

Selain kesulitan pos di atas, persoalan lainnya terkait data pemilih yang seharusnya dilakukan pengecekan langsung oleh petugas PPLN.

Ditemukan nama-nama pemilih dalam DPT yang telah diketahui tidak lagi di Thailand dan disampaikan kepada saluran komunikasi yang tersedia, namun masih juga terdaftar.

Kritik ini dinamis, masih perlu dibuktikan dan didiskusikan untuk mencari sumber permasalahan rendahnya partisipasi di angka 54% lewat pos dan di angka 49 lewat TPS.

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved