Berita Sungailiat

Begini Kronologis Terbakarnya Kapal Isap Versi Polisi

Terbakarnya Kapal Isap Pertambangan (KIP) Karatau milik PT Timah Tbk di Laut Air Kantung Sungailiat Bangka, Kamis (11/4/2019) pagi.

Begini Kronologis Terbakarnya Kapal Isap Versi Polisi - kip6.jpg
Ist/Humas Polres Bangka
Kondisi KIP Krakatau yang terbakar setelah api berhasil dipadamkan di Perairan Airkantung Sungailiat Bangka, Kamis(11/4/2019).
Begini Kronologis Terbakarnya Kapal Isap Versi Polisi - kip7.jpg
ist/Humas Polres Bangka
Kondisi KIP Krakatau yang terbakar setelah api berhasil dipadamkan di Perairan Airkantung Sungailiat Bangka,
Begini Kronologis Terbakarnya Kapal Isap Versi Polisi - kip5.jpg
Ist/Humas Polres Bangka
Kondisi KIP Krakatau yang terbakar setelah api berhasil dipadamkan di Perairan Airkantung Sungailiat Bangka,

BANGKAPOS.COM-- Terbakarnya Kapal Isap Pertambangan (KIP) Karatau milik PT Timah Tbk di Laut Air Kantung Sungailiat Bangka, Kamis (11/4/2019) pagi, sudah ditangani oleh berbagai pihak. Pihak yang dimaksud di antaranya, Satpolair Polres Bangka. 

Berikut penjelasan Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, Kamis (11/4/2019) malam.

"Pada Kamis Tanggal 11 April 2019 sekira Pukul 09.45 WIB di Perairan Laut Depan Pelabuhan Air Kantung Sungailiat Bangka telah terjadi kebakaran satu unit Kapal Isap Produksi ( KIP ) PT Timah Krakatau GT 385 No 1940/GGe yang sedang melakukan operasi produksi dalam IUP milik PT Timah," kata Sophian, mengawali penjelasan, Kamis (11/4/2019) malam.

Mengenai kronologis kejadian kebakaran diketahui pertama kali oleh karyawan kapal tersebut. Saksi awalnya mencium bau hagus, lalu melihat percikan api hingga akhirnya berkobar. "Pertama kali diketahui oleh Saksi (Inisial) YN, laki-laki usia 22 tahun, Warga Kelurahan Selindung Pangkalpinang, Karyawan PTL Timah KIP Krakatau," jelas  Sophian.

Saat itu YN (22) kata Sophian, sedang berada di ruang kamar kemudi KIP yang dimaksud. Ketika saksi selesai membuat laporan, ia mencium bau menyengat seperti bau barang terbakar.

"Selanjutnya saksi memberikan peringatan tanda kebakaran (sirene) sehingga semua pekerja di kapal baru mengetahui dan melihat pada bagian ruang tengah mengalami kebakaran," ungkap Sophian.

Spontan, para pekerja di atas kapal berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR ) di kapal tersebut. Pemadaman api juga dibantu oleh
Kapal penambangan lainnya (KIP lain) di sekitar perairan yang sama, melalui penyemprotan air menggunakan mesin pompa air ke bagian kapal yang terbakar. "Kemudian sekira Pukul 11.00 WIB, api berhasil secara total dipadamkan,. Kejadian tidak menimbulkan korban jiwa," kata Sophian tanpa menyebut asal muasal penyebab percikan api. (Bangkapos.com/Ferry Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved