Justice For Audrey

Ibunda Audrey Ngomel hingga Keluarkan Kata-kata Emosi Kepada Para Terduga Pengeroyok

Tiga siswi sekolah menengah atas (SMA) di Pontianak ditetapkan menjadi tersangka di kasus pengeroyokan terhadap siswi SMP

Ibunda Audrey Ngomel hingga Keluarkan Kata-kata Emosi Kepada Para Terduga Pengeroyok
Tribun Pontianak/Destriadi Yunas Jumasani
Lm, ibu Audrey, korban perundungan anak, memberikan keterangan pers usai Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono menjenguk korban di Rumah Sakit Promedika Pontianak, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) siang. Kapolda memastikan bahwa berdasarkan pemeriksaan kesehatan tidak ada kerusakan pada bagian vital korban seperti yang viral di media sosial. Tribun Pontianak/Destriadi Yunas Jumasani 

BANGKAPOS.COM - Tiga siswi sekolah menengah atas (SMA) di Pontianak ditetapkan menjadi tersangka di kasus pengeroyokan terhadap siswi SMP di Pontianak.

Tiga siswi SMA yang ditetapkan menjadi tersangka itu berinisial FZ alias LL (17), TR alias AR (17) dan NB alias EC (17).

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Anwar menuturkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan menerima hasil rekam medis dari Rumah Sakit Pro Medika Pontianak.

//

"Dalam pemeriksaan terhadap pelaku, mereka juga mengakui perbuatannya menganiaya korban," kata Anwar dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat dilansir dari Kompas.com.

Menurut Kapolresta Pontianak, ketiga tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat 1 Undang-undang Pelindungan Anak dengan ancaman penjara tiga tahun enam bulan.

//

"Kategori penganiayaan ringan sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan hari ini oleh Rumah Sakit Pro Medika Pontianak," ujarnya.

Dia menjelaskan, penganiayaan yang dilalukan pelaku tidak secara bersama-sama. Tetapi bergiliran satu per satu di dua tempat berbeda.

"Sehingga sesuai dengan sistem peradilan anak, bahwa ancaman hukuman di bawah 7 tahun akan dilakukan diversi," ungkapnya.

Selain itu, dalam setiap pemeriksaan, korban maupun pelaku juga didampingi orangtua, Bapas Pontianak dan KPPAD Kalbar.

"Kami tetap bekerja sama dengan lembaga perlindungan anak, baik korban maupun tersangka, kami atensi untuk melakukan perlindungan," ucapnya.

Penyesalan Pelaku

Tiga siswi SMA yang telah ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan AD (14), siswi SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mengaku bersalah dan minta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan bersama dengan empat temannya yang juga diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polresta Pontianak, Rabu (10/4/2019) malam.

“Saya sebagai salah satu pelaku, saya meminta maaf atas perlakuan saya terhadap AD dan saya sangat menyesal atas perlakuan saya ini,” kata tersangka berinisial FZ alias LL.

Mereka berharap masyarakat pengguna media sosial tidak menghakimi, apalagi melakukan ancaman verbal dan fisik.

Karena menurut dia, tidak semua yang beredar di media sosial itu benar.

"Saya minta maaf kepada AD dan keluarganya. Saya menyesal," kata tersangka NB alias EC.

Dalam kesempatan itu, mereka juga mengklarifikasi sejumlah isu yang beredar luas di media sosial, mulai dari membantah pengeroyokan, membenturkan kepala ke aspal, hingga merusak organ vital korban.

2 Lokasi Penganiayaan Audrey

Ada dua tempat yang menjadi sorotan dalam kasus ini yakni Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya Pontianak.

Berikut TribunPontianak.co.id menjelaskan terkait dua tempat tersebut.

Taman Akcaya Pontianak adalah satu di antara taman di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Lokasinya di Jalan Sultan Syahrir, Akcaya, Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (kalbar).

Taman Akcaya bisa jadi alternatif untuk keluarga mengabiskan waktu di akhir pekan, taman yang berada di Jalan Sutan Syahrir ini cocok bagi anda yang ingin menghabiskan waktu bersama anak-anak.

Ditumbuhi pohon yang rindang menambah suasana asyik untuk bersantai, karena anda tidak akan kepanasan.

Selain itu, taman ini juga dilengkapi dengan rumah baca. Anda bisa membawa putra-putri anda untuk mengunjungi dan sambil membawanya belajar di rumah bacanya.

Disana tersedia berbagai buku dan dapat dibaca oleh anak-anak serta buku pengetahuan yang dapat dibaca orang dewasa.

Taman ini dibangun oleh Pemerintah Kota Pontianak untuk menyediakan fasilitas umum terutama untuk tempat berinteraksi para warganya.

Saat sore hari hingga tengah malam, Taman Akcaya juga ada pasar malamnya.

Sehingga anda bisa bersantai ditaman sambil menikmati jajanan yang ada serta mau berbelanja juga ada.

Rumah Baca Akcaya, kawasan Taman Akcaya, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (27/3/2018) siang. Saat ini Rumah Baca Akcaya memiliki koleksi 2 ribu eksemplar buku. Rumah baca akcaya buka Senin-Jumat pukul 08.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pada pukul 07.00-21.00 WIB. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Rumah Baca Akcaya, kawasan Taman Akcaya, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (27/3/2018) siang. Saat ini Rumah Baca Akcaya memiliki koleksi 2 ribu eksemplar buku. Rumah baca akcaya buka Senin-Jumat pukul 08.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pada pukul 07.00-21.00 WIB. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA)

Jalan Sulawesi adalah satu tempat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Jalan Sulawesi berada di Kelurahan Akacaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalbar.

Menuju Jalan Sulawesi, Anda bisa masuk dari Jalan Sultan Abdurrahman atau dari sejumlah jalur lain.

Jalan Sulawesi merupakan permukiman penduduk dan terdapat sejumlah gedung sekolah.

Jeritan hati ibunda

Ibunda Audrey yang merupakan korban pengeroyokan siswi SMA di Pontianak mengungkapkan jeritan hatinya.

Melansir Kompas Tv Pontianak yang tayang pada Rabu (10/4/2019), Ibunda Audrey menuturkan kondisi terkini sang anak.

Menurutnya, sang anak saat ini masih trauma mendalam sehingga kerap kali bangun tengah malam dan teringat akan peristiwa pengeroyokan tersebut.

Melihat kondisi Audrey seperti itu membuat ibunda hanya bisa mengelus dada jika teringat kondisi pengeroyokan yang dilakukan oleh siswi SMA.

Ibunda Audrey menuturkan jikalau sang anak memiliki penyakit asma.

Ia tak membayangkan bagimana nasib anaknya saat peristiwa tersebut jika asmanya kambuh.

Jeritan hati Ibunda Audrey
Jeritan hati Ibunda Audrey (YouTube/Kompas Tv)

"Dia itu ada penyakit asma jadi saya bayangkan jika anak saya dianiaya saat itu dan ia berhenti bernapas bagaimana?," tegas ibunda Audrey.

Ibunda Audrey mengungkapkan jeritan hatinya apabila ia tak pernah melakukan kekerasan kepada anaknya.

"Saya itu tak pernah mukul anak saya dari kecil. Pelaku seenaknya dia aja melakukannya, apa orang tuanya tak pernah mengajarkan anak-anaknya? Sebaiknya prestasi yang ditunjukkan bukanlah hal negatif seperti ini," tegas ibunda Audrey seraya dengan suara parau.

Simak videonya:

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Penyesalan Tersangka Pengeroyokan Siswi SMP, Ibunda Korban: Bagaimana Jika Audrey Berhenti Bernapas?

Editor: ediyusmanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved