Berita Pangkalpinang

Babel Butuh 4000 Ton Bawang Merah Pertahun

Ahmad Damiri menjelaskan ada beberapa hal yang menyebabkan kenaikan harga bawang merah di Babel.

Babel Butuh 4000 Ton Bawang Merah Pertahun
IST
Pedagang bawang merah 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Damiri menjelaskan ada beberapa hal yang menyebabkan kenaikan harga bawang merah di Babel.

Ia menyebutkan, hampir 90 persen lebih pasokan bawang merah di Babel dipasok dari luar pulau seperti Jawa Tengah, Lampung, Padang dan beberapa daerah lainnya. Namun, memang masih didominasi dari Brebes.

Dijelaskan Damiri, meroketnya harga komodoti ini karena stok dari sentra bawang berkurang dari Brebes, lantaran petani mogok tanam. Hal ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini kementerian yang mewajibkan setiap daerah untuk menanam bawang, agar tidak tergantung pada satu daerah.

"Petani di sentra bawang mogok tanam karena kebijakan sehingga produksinya turun, mungkin mereka tidak mau bersaing. Catatan kami memang kenaikan bawang itu terjadi mulai 3 maret dari yang semula hanya Rp 26-27 ribu/kg jadi ke Rp 30 lebih sekarang di distributor itu Rp 42 ribu/kg," kata Damiri, Jum'at (12/4/2019).

Damiri menyebutkan, mahalnya harga bawang juga dipengaruhi oleh tingginya harga cargo pesawat. Pasalnya, bawang ini juga dikirim menggunakan jasa pesawat.

"Ini kan sekarang masuk bawang Padang, dan rata-rata dikirim pakai pesawat yang ongkosnya pun sudah tinggi," katanya.

Dijelaskannya, kebutuhan bawang di Babel pertahun mencapai 4.000 ton, dengan kebutuhan bawang merah per kapita 2,76 kg/tahun.

"Kebutuhan konsumsi bawang merah 2,76 kg/kapita/tahun. Dikali jumlah penduduk kita, kebutuhan selama 1 tahun 4.000 ton. Ini hanya untuk hari biasa, H-4 menjelang puasa tingkat konsumi bawang meningkat 26 persen, sehingga kebutuhan menjelang puasa 5.086 ton, nanti naik lagi H-3 lebaran kenaikan 55 persen sekitar 6000 ton sampai lebaran ke empat, selah itu baru kembali normal," katanya.

Disinggung soal pasokan bawang lokal, Damiri menyebutkan masih sangat jauh untuk dapat memenuhi kebutuhan dengan produksi baru sekitar 20 ton/tahun.

"Bawang merah ini kita baru ada di Bangka Tengah, itupun produksinya baru sekitar 20 ton/tahun. Masih sangat jauh untuk bisa memenuhi kebutuhan," katanya.

Pihaknya, terus berupaya melakukan pengawasan dan pemantauan harga agar semakin tidak melonjak.

"Ini kan banyak moment hari besar keagamaan, misalnya ruahan permintaan pasti naik. Kami pastikan jangan sampai ada penimbunan sehingga harga lebih mahal, kemudian jalur distribusinya harus lancar baik udara dan laut agar tidak ada kelanggkaan," katanya.

(Bangkapos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved