Berita Pangkalpinang

Potensi Thorium Babel Ini Sangat Jauh Lebih Mahal daripada Timah

Berdasarkan data Distamben Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan, potensi Thorium di Bangka Belitung adalah sekitar 170 ribu ton.

Potensi Thorium Babel Ini Sangat Jauh Lebih Mahal daripada Timah
(BANGKA POS / DEDY Q)
Plt. Kepala Distamben Babel Rusbani 

BANGKAPOS.COM- Hitung-hitungan mentah berdasarkan data Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan, potensi Thorium di Bangka Belitung adalah sekitar 170 ribu ton.

Kandungan itu dihitung berdasarkan penghitungan 6-7 persen kandungan Thorium jika memurnikan 2.734.657 ton total Monazite dari PT Timah Tbk, perusahaan swasta, PT Kobatin, dan yang tersebar dan terkumpul di masyarakat di Babel.

Kalkulator biasa sampai eror saat coba menghitung nilai rupiah dengan cara mengkalikan total potensinya dengan klaim harga per kilogram Thorium. Plt. Kepala Distamben Babel Rusbani mengkonfirmasi kebenaran jika disebut nilainya mencapai triliunan jika dirupiahkan.

"Mineral ini kalau sudah di-ekstrak, harganya bukan lagi kayak timah. Satu kilo saja harganya mungkin Rp 35 juta sampai Rp 50 juta. Ini sangat jauh lebih mahal daripada timah," kata Plt. Kepala Distamben Babel, Rusbani, Jumat (12/4/2019) di kantornya.

Banyak data mengenai kisaran potensi Thorium di Babel. Sebagai gambaran, berdasarkan data Distamben Babel yang mengutip hasil eksplorasi BATAN 2009, potensinya mencapai 133 ribu ton dan tersebar di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.

Hasil penelitan Batan 2009, sumber daya hipotek berdasarkan luas pelamparan aluvial di seluruh Babel, jumlah potensi Thorium mencapai 120 ribu ton. Potensi inilah yang dipaparkan Distamben Babel bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat bertemu PT Indonesia Power, Rabu (10/4/2019) lalu di Jakarta.

Pertemuan dengan BUMN anak usaha PT PLN itu membahas rencana pengembangan baterai Thorium di Babel. "Kami hanya sampaikan mengenai prospek dan potensi monazite di Babel, bukan Thorium-nya," ujar Rusbani.

Baterai yang menggunakan Thorium ini disebut akan membuat waktu pemakaian baterai jauh lebih awet dibanding baterai biasa. Waktu pemakaian bisa mencapai belasan tahun.

"Misalnya bisa digunakan untuk drone. Kalau baterai biasa, berapa lama sih sanggupnya. Dengan Thorium, Drone bisa standby di atas hingga enam bulan," tutur Rusbani.

"Dalam MoU dengan Indonesia Power, potensi sudah kami sampaikan, prospek baterainya juga. Nanti pemerintah, juga lewat perguruan tinggi, Polman, melakukan kajian secara ilmiah ataupun adminstrasi yang perlu disiapkan untuk mengembangkan baterai Thorium," katanya lagi

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved