Berita Bangka Tengah

Taufik: Tambang Ilegal Terus Ada Karena Pemerintah Kurang Tegas

Kasus tambang timah ilegal sudah menjamur di Bangka Tengah, tidak memandang kawasan itu apakah hutan lindung

Taufik: Tambang Ilegal Terus Ada Karena Pemerintah Kurang Tegas
(Bangka Pos/IST)
Ketua Asosiasi Pasar Modern Koba, Taufik 

BANGKAPOS.COM - Kasus tambang timah ilegal sudah menjamur di Bangka Tengah, tidak memandang kawasan itu apakah hutan lindung, berdekatan dengan fasilitas umum seperti pasar, taman kota dan tempat umum lainnya namun tetap dijarah.

Oleh karena itu pada Hari Jumat, (12/4/2019) Polres Bangka Tengah kembali melakukan operasi penertiban di wilayah Merbuk, Bateng terkait dengan adanya aktivitas tambang ilegal.

Terkait dengan aktivitas penertiban tersebut, Ketua Asosiasi Pasar Modern Koba, Taufik ketika dikonfirmasi melalui panggilan telepon menyebutkan kegiatan penertiban memang sudah sering dilakukan di kawasan tambang yang cukup dekat dengan Pasar Modern Koba itu.

Namun demikian, Taufik menyampaikan para pelaku tambang ilegal akan kembali lagi beraktivitas ketika tak lagi ada penertiban atau pengawasan dari kepolisian, TNI ataupun pemerintah.

Dirinya menjelaskan kawasan tersebut akan tetap terus dijarah oleh pelaku tambang ilegal jika pemerintah dan pihak kepolisian tidak bertindak tegas.

"Aktivitas tambang itu sudah lama, lebih lima tahunan telah ada di sana setelah Koba Tin tak lagi beroperasi. Namun pengamanan dari pemerintah tidak ada sehingga akan tetap terus ada," sebut Taufik kepada Bangkapos.com.

Taufik juga menyebutkan kebanyakan pelaku tambang ilegal yang tak jauh dari Pasar Modern Koba merupakan para pendatang yang merantau di Bangka Tengah.

Dirinya berharap Pemerintah Daerah dan Instansi terkait bisa dengan sigap untuk menyelesaikan permasalahan ini karena jika dibiar secara terus-menerus pasti akan berdampak buruk dan juga akan berimbas di pasar karena mengingat jaraknya yang berdekatan.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved