Berita Sungailiat

56 Pasien RSJ Sungailiat yang Mencoblos akan Didampingi

Pasien yang akan mencoblos itu terdiri dari 51 orang pasien dengan gangguan jiwa dan 5 orang pasien rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

56 Pasien RSJ Sungailiat yang Mencoblos akan Didampingi
bangkapos/riki
Martha Cahyadinata Kasi Pelayanan RSJ Sungailiat 

BANGKAPOS.COM--Sebanyak 56 Pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungailiat akan melakukan pencoblosan Calon Presiden dan Wakil Presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten pada Pemilihan Umum (Pemilu) pada, Rabu (17/4/2019) mendatang.

Pasien yang akan mencoblos itu terdiri dari 51 orang pasien dengan gangguan jiwa dan 5 orang pasien rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

"Kemarin berdasarkan data yang diberikan ke KPU Bangka, awalnya sebanya 62 orang, yang telah terverifikasi 52 orang lengkap dengan NIK, namun ada juga yang pulang satu, sehingga tersisa 51 orang dengan gangguan jiwa, lalu ditambah 5 orang ini, yang sedang melakukan rehabilitasi penyalahgunaan narkoba, jadi total 56 orang. Itu jumlahnya, namun tidak tahu apabila pada hari H ada yang pulang lagi," kata Martha Cahyadinata Kasi Pelayanan RSJ Sungailiat, kepada wartawan, Minggu (14/4/2019).

Martha menambahkan dalam pemilihan nanti, pasien yang mengalami gangguan jiwa akan didampingi oleh pihak rumah sakit atau keluarga dari pasien untuk melakukan pencoblosan ke TPS.

"Didampingi perawat atau keluarga juga bisa tergantung keinginan dari pasien,
Terkait kondisi pasien waktu pencoblosan nanti bisa memilih atau tidak, kita hanya memfasilitasi, apabila pada hari H pasienya gaduh, gelisa itu perkara lain, kita memfasilitasi mereka dahulu," lanjutnya.

Selain itu, sambung Martha dirinya juga awalnya sempat heran kenapa pasien yang mengalami gangguan jiwa ini harus mencoblos, namun keraguan itu hilang setelah ia memahami aturannya, bahwa menurutnya semua warga di Indonesia memiliki hak yang sama dalam menentukan pilihan.

"Jadi pertama juga heran kenapa, ada stigma boleh dan layakkah dengan gangguan jiwa memilih, tapi kemudian kami ikut seminar di Jakarta, Ternyata satu bentuk diskriminasi kita apabila hak mereka ini untuk memilih tidak diberikan, karena telah di jamin oleh Undang undang, semua peraturan menempatkan posisi yang sama, terlepas hari H memilih atau tidak itu perkara lain," jelasnya.

Sehingga dari itu, pihak RSJ telah memfasilitasi yang berusaha agar pasien bisa tenang dalam melakukan pencoblosan nantinya di TPS yang dekat dengan RSJ, mereka telah menyiapkan data apa saja yang dibutuhkan pasien saat ini.

"Jadi kami sebagai pihak rumah sakit, menyiapkan, karena diminta KPU data pasien yang dirawat di sini, beserta nomer NIKnya, jadi kami menyiapkan data untuk bisa dimasukkan ke daftar pemilih, dan juga pada hari H nanti diharapkan menyiapkan satu ruangan untuk petugas TPS yang datang," lanjutnya.

Ia menambahkan, terkait dalam waktu pencoblosan nanti bisa memilih atau tidak, pihaknya, tidak akan memaksakan itu, RSJ hanya memfasilitasi, apabila pada hari H pasienya gaduh, gelisah mereka akan menanganinya secara maksimal, agar tidak mengganggu pelaksanaan pencoblosan.

"Kondisi mereka bisa berubah, bisa saja hari ini tenang, besok gelisah, tetapi akan kami dampingi pasien yang akan menggunakan hak suaranya nanti," lanjutnya.

(Bangkapos/Riki Pratama).

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved