Berita Sungailiat

Satpol PP Kabupaten Bangka Segel Tower BTS di Gang Raya Bukitbetung

Pol PP Bangka mencatat data, BTS tersebut memiliki ketinggian sekitar 25 meter.

Satpol PP Kabupaten Bangka Segel Tower BTS di Gang Raya Bukitbetung
Bangka Pos/Fery Laskari
PPNS Satpol PP Bangka memasang tanda segel pada Tower BTS di kawasan RSS Lingkungan Gg Raya Kelurahan Bukitbetung Sungailiat, Senin (15/4/2019). 

BANGKAPOS.COM -- Sebuah stasiun pemancar base transceiver station (BTS) di Lingkungan Gg Raya Sungailiat Bangka disegel petugas. Pembangunan maupun operasi BTS ini, Senin (15/4/2019) dihentikan oleh Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka karena keberadaannya tak disetujui warga sekitarnya. Selain itu, pemilik BTS tersebut tak mengantongi izin.

Kepala Kantor Satpol PP Kebupaten Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan Achmad Suherman, Senin (15/4/2019) mengatakan proses segel dilakukan berawal adanya keluhan masyarakat. Sekitar 39 warga menggalang tanda-tangan menyatakan keberatan atas keberadaan tower ini.

'Menindak lanjuti laporan warga RSS Kelurahan Bukitbetung. Lingkungan Gg Raya Sungailiat ke Bupati Bangka," kata Suherman.

Pengaduan warga ke bupati berbuah perintah tindakan. Bupati kemudian mendisposisikan perintah pada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Bangka.

"Lalu kami PPNS Satpol PP Bangka melakukan penyegelan pada bangunan BTS tersebut dikarenakan belum mempunyai ijin apapun," katanya.

Suherman mengaku susah melakukan pengecekan ke instansi terkait. Berdasarkan nota Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, bahwa BTS tersebut belum mempunyai perijnan atau OSS.

"Makanya kita stop dulu agar mengurus perizinannya," katanya.

Izin pertama yang harus dipenuhi oleh pemilik atau pengusaha BTS yang dimaksud berupa izin mendirikan bangunan (IMB). IMB bisa keluar tentunya karena ada izin masyarakat.

"Pertama harus ada IMB, harus ada persetujuan masyarakat sekitar terdampak. Apalagi pembangunan tower BTS ini berada di pemukiman padat penduduk, maka harus diperhatikan aspek keselamatan masyarakat terdampak," katanya.

Sementara itu hasil pemeriksaan di lokasi, Pol PP Bangka mencatat data, BTS tersebut memiliki ketinggian sekitar 25 meter. Bangunan tersebut bisa saja roboh jika dibangun tak sesuai aturan.

"Makanya IMB harus ada. Karena akan diatur dari bagunan pondasi sampai bangunan atasnya. IMB merupakan sumber PAD daerah. Izin operasi teknis harus ada dari dinas terkait," kata Suherman seraya menyatakan, operasi pembangunan BTS bisa dilanjutkan jika sudah ada kesepakatan bersama warga dan Pemkab Bangka.

(Bangka Pos/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved