Berita Pangkalpinang

Umat Katolik Babel Mulai Memasuki Pekan Suci

Umat Katolik Provinsi Babel bersama umat katolik di seluruh dunia mulai memasuki masa pekan suci yang diawali dengan perayaan Minggu Palma

Umat Katolik Babel Mulai Memasuki Pekan Suci
Bangkapos.com/Respileba
Perayaan Minggu Palma untuk mengenang Yesus masuk ke Kota Yerusalem 2.000 tahun lampau sebelum wafat di kayu salib, Minggu (14/4/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Umat Katolik Provinsi Babel bersama umat katolik di seluruh dunia mulai memasuki masa pekan suci yang diawali dengan perayaan Minggu Palma untuk mengenang Yesus masuk ke Kota Yerusalem 2.000 tahun lampau sebelum wafat di kayu salib, Minggu (14/4/2019).

Ribuan umat menyambut Yesus masuk ke Kota Yerusalem dengan sorak-sorai dan mengangkat daun Palma yang sudah diberkati.

Pastor Iwan Murdjoko yang memimpin perayaan Ekaristi Minggu Palma di Gereja Katolik Santa Bernadeth menjelaskan
Minggu Palma disebut sebagai pembuka pekan suci yang akan dilanjutkan dengan Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.

"Gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem melainkan juga mengenang kesengsaraan Yesus," ungkap Pastor Iwan, Senin (15/4/2019).

Dalam tradisi peribadatan gereja, setelah umat melakukan prosesi daun palem dilanjutkan dengan pembacaan kisah-kisah sengsara Yesus.
"Pembacaan kisah sengsara Yesus dalam liturgi Minggu Palma dimaksudkan agar umat mengerti bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaan-Nya memasuki Yerusalem, melainkan pada peristiwa kematian-Nya di kayu salib," ungkap Pastor Iwan.

Menurut Pastor Iwan, Yesus masuk ke Yerusalem menunggangi seekor keledai, Ia disambut oleh sorak-sorai dan daun palem. Menunggang seekor keledai merupakan sebuah simbol kesederhanaan.

"Kesederhanaan hendaknya muncul dalam sikap, iman dan perbuatan di rumah, lingkungan kerja atau di mana saja dan sebagai apa pun posisi, jabatan, kaya atau miskin, senggsara ataupun nikmat. Itu menjadi suatu sikap keteladanan untuk kita contoh di era serba-modern saat ini," ujarnya.

Dalam liturgi Gereja Katolik sebelum Paskah Kebangkitan Tuhan  Yesus Kristus. Umat Katolik mempersiapkan diri selama masa PraPaskah. Pada Minggu terakhir PraPaskah umat Katolik memasuki minggu yang disebut dengan Minggu Suci atau Pekan Suci, yang dimulai dari Minggu Palma, kemudian Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah dan Minggu Paskah.

"Hari-hari dalam pekan suci dimaksudkan untuk merenungkan secara khusus tahap-tahap dan hari-hari akhir hidup Yesus yang memasuki sengsara-Nya. Dengan demikian pada pekan suci kita mau merayakan dan menghayati hari-hari terakhir hidup Yesus sesudah memasuki kota Yerusalem dan sebelum memasuki penderitaan-Nya di salib. Gereja merayakan masuknya Kristus ke Yerusalem untuk menggenapi misteri paskahnya, ketika menurut Kitab-kitab Injil Yesus dengan rendah hati mengendarai seekor keledai masuk ke Yerusalem," ungkap Pastor Iwan. (Bangkapom.com/Respi Leba)

Penulis: tidakada013
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved