Heboh, Ikan Bertato Jokowi dan Prabowo Dibanderol Seharga Motor Baru, Ini Alasan Pemiliknya

Harga ikan bawal di pasaran pada umumnya dijual dengan harga puluhan ribu untuk setiap kilogramnya. Namun ikan bawal “bertato”

Heboh, Ikan Bertato Jokowi dan Prabowo Dibanderol Seharga Motor Baru, Ini Alasan Pemiliknya
(Kompas.com/Fadlan Mukhtar)
Ikan bawal bertato Prabowo ditunjukkan pemiliknya Ahmad Munajat (55), warga Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 

BANGKAPOS.COM  - Harga ikan bawal di pasaran pada umumnya dijual dengan harga puluhan ribu untuk setiap kilogramnya.

Namun ikan bawal “bertato” pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibanderol seharga sepeda motor baru atau setara Rp 20 juta.

Pemiliknya, Ahmad Munajat (55), warga Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menilai harga yang ditawarkan sepadan dengan nilai ikan tersebut, karena tidak semua orang bisa membuat ornamen atau hiasan pada ikan.

“Kalau ada yang mau ya silakan, saya hargai Rp 20 juta, ya seharga motor baru lah. Kalau ada yang tanya-tanya ya silahkan,” kata Munajat ketika ditanya banderol empat buah ikan bawal bertuliskan, Jokowi, Ma’ruf, Prabowo dan Sandiaga seukuran telapak tangan orang dewasa ini.

Apabila ada tim sukses atau pendukung salah satu capres, lanjut Munajat, dipersilahkan untuk membelinya sebagai hiasan atau kenang-kenangan. Tato pada tubuh ikan tersebut bersifat permanen, sehingga tidak akan terhapus.

“Sampai sejauh ini belum ada yang menawar ke saya. Tulisan ini enggak bisa hilang, kalau ikannya semakin besar, tulisannya juga akan semakin besar. Ini yang unik, tidak semua orang bisa membuat,” kata pria yang kesehariannya melakukan pembenihan ikan ini.

Munajat mencontohkan beberapa ikan bawal yang ditato nama-nama kandidat pilkada DKI 2017 lalu.

Ikan-ikan tersebut kini masih tetap hidup dan berkembang di salah satu kolam berukuran besar miliknya dengan berat masing-masing lebih lebih dari 3 kg.

“Intinya saya (membuat tulisan pada ikan karena) senang, makanya tek uri-uri (dilestarikan). Sayangnya di Indonesia kurang menghargai seni,” ujar Munajat.

Munajat memilih ikan bawal sebagai media untuk mengekspresikan seni, karena relatif lebih mudah dibanding jenis ikan lainnya. Ikan bawal memiliki karakteristik sisik yang lembut, sehingga lebih mudah dibentuk tulisan sesuai dengan keinginannya.

Tulisan pada ikan dibuat dengan cairan khusus yang terbut dari bahan-bahan herbal. Cairan dioleskan pada tubuh ikan sesuai tulisan yang diinginkan. Tubuh ikan yang terkena cairan akan menjadi semacam luka.

Dalam waktu satu minggu hingga 10 hari luka akan mengering dan tulisan akan terlihat jelas.


Tags
Tato
ikan
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved