Berita Muntok

Caleg DPRD Babar Ini Ngaku Cuma 'Towel' Kepala, Penjelasan Lengkapnya Terkait Dilaporkan ke Polisi

Ariyanto menyampaikan penjelasan terkait adanya kejadian dugaan penganiayaan hingga dirinya dilaporkan ke Polres Babar

Caleg DPRD Babar Ini Ngaku Cuma 'Towel' Kepala, Penjelasan Lengkapnya Terkait Dilaporkan ke Polisi
Bangka Pos / Hendra
Ariyanto, Ketua DPC PDIP Babar saat menggelar konferensi pers di kantor DPC PDIP Babar, Kamis (18/4/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota DPRD Provinsi Babel yang juga Caleg DPRD Babel dapil Bangka Barat, Ariyanto menyampaikan penjelasan terkait adanya kejadian dugaan penganiayaan hingga dirinya dilaporkan ke Polres Babar, Kamis (18/4/2019).

Ditemui bangkapos.com, di Kantor DPC PDIP Babar, Ariyanto didampingi sejumlah pengurus partai dan para saksi kejadian tersebut.

Yustiana, Ketua PAC PDIP Mentok mengatakan awalnya pelapor Yudha datang ke kantor DPC PDIP Babar. Dia meminta agar diizinkan untuk melihat data suara pemilu.

"Kita juga saat itu sedang sibuk menerima dan merekap data C1. Dia datang, ngaku ingin bekerja sama dengan PDIP mau melihat data. Tapi kita belum bisa ngasih karena masih merekap. Lalu dia keluar kantor," kata Yustiana.

Lanjutnya, yang datang ke kantor DPC PDIP saat itu cukup ramai. Dari pihak rekan-rekan pelapor juga ada sekitar 10 orang lebih. Ada yang mengendarai mobil dan juga motor.

"Sempat juga nanya-nanya soal rekap suara DPD RI atas nama Alex. Kami sampaikan saat itu masih merekap yang suara presiden karena mau dikirim ke pusat," jelas Yustiana.

Kemudian sekitar pukul 20.00 Wib atau selesai Isya, Yudha dan rekan-rekannya datang lagi ke kantor DPC PDIP Babar bersama beberapa rekannya. Termasuk ada juga caleg dari PDIP.

"Mereka datang lagi, tetap minta data suara itu. Kita juga masih merekap dan belum selesai. Sempatlah ada yang cek cok mulut. Ada juga yang memaksa mau naik ke atas bagian rekapan data C1. Tapi tetap tidak kita izinkan," kata Yustiana.

Tak lama kemudian datang Ariyanto bersama dengan sopirnya Deky Andreansyah. Dia juga sudah mendapat laporan terkait adanya kejadian di DPC.

"Saya baru pulang keliling cek TPS. Saya lihat ramai di kantor dan minta mau melihat data C1. Ya, tidak saya izinkan. Karena data C1 ini tanggungjawab saja, makanya harus dijaga dan tak saya izinkan satu pun yang bisa melihatnya kecuali yang memang sudah ditugaskan. Dan suara DPD juga tidak ada wajib juga kita rekap," jelas Ariyanto.

Halaman
12
Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved