Pemilu 2019

Perjuangan Berat Para Polisi Harus Jalan Kaki Pikul Kotak Suara di Atas Jembatan Darurat

Pada Rabu (17/4/2019) sebuah peristiwa bersejarah terjadi di Indonesia. Di penduduk Indonesia kurang lebih 264 juta jiwa

Perjuangan Berat Para Polisi Harus Jalan Kaki Pikul Kotak Suara di Atas Jembatan Darurat
Tribun Timur
Seperti inilah polisi yang mengawal kotak suara ke lokasi esktrem. 

BANGKAPOS.COM - Pada Rabu (17/4/2019) sebuah peristiwa bersejarah terjadi di Indonesia.

Di penduduk Indonesia kurang lebih 264 juta jiwa melakukan pemilihan umum untuk memilih Presiden indonesia masa jabatan 2019-2024.

Meski, hal itu telah berlangsung kemarin, namun banyak kisah menarik sebelum pemilu serentak 17 April 2019.

Salah satunya adalah kisah bagaimana logistik pemilu keluar masuk dari lokasi terpencil di kawasan yang sulit dilalui kendaraan.

Sebuah foto menunjukkan bagaimana polisi mengawal kotak suara yang berisi surat suara hasil pencoblosan melewati sungai dengan jembatan seadanya.

Medan ekstrem mesti dilalui para aparat kepolisian untuk mengawal logistik Pemilu 2019 dari TPS agar sampai ke Sekretariat PPK.

Seperti yang terlihat di Desa Awo, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (18/4/2019) sore.

Kotak suara yang berisi logistik Pemilu 2019, seperti surat suara pasca dilakukan penghitungan di tingkat TPS pun dibawa ke Sekretariat PPK Keera.

Salah satu personel kepolisian yang ditugaskan adalah Brigpol Rahim. Melalui jembatan gantung darurat, dirinya memikul kotak suara tersebut dengan berjalan kaki.

Tak cuma melalui jembatan kayu yang nyaris rusak tersebut, Brigpol Rahim juga mesti melalui jalan terjal menanjak nan berbatu.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved