Info Kesehatan

Selain Bisa Bunuh Manusia, Racun Laba-laba Ternyata Bisa Selamatkan Nyawa Penderita Stroke

Racun laba-laba yang berbahaya dapat memberikan kesempatan hidup lebih baik bagi pasien penderita stroke, begitu yang dikatakan pakar biokimia di Aus

Selain Bisa Bunuh Manusia, Racun Laba-laba Ternyata Bisa Selamatkan Nyawa Penderita Stroke
Freepik
Ilustrasi konsultasi dokter 

BANGKAPOS.COM - Racun laba-laba yang berbahaya dapat memberikan kesempatan hidup lebih baik bagi pasien penderita stroke, begitu yang dikatakan pakar biokimia di Australia.

Mereka menemukan bahwa neurotoxin pada laba-laba di Pulau Fraser mengandung molekul yang dapat menghambat efek stroke di otak.

Gigitan seekor laba-laba yang berasal dari Pulau Fraser itu dapat membunuh orang dalam 15 menit.

Meski begitu, racun itu juga dapat menyelamatkan nyawa dan telah digunakan untuk mengembangkan obat-obatan guna mencegah kerusakan otak.

Para ilmuwan mengatakan racun itu dapat mematikan jalur yang memicu matinya sel-sel di otak pasca-stroke.

Ilmuwan di Universitas Queensland yakin ini adalah terobosan yang dapat melindungi pasien stroke ketika dibawa ke rumah sakit.

Dokter sering mengungkapkan tentang "jendela" atau masa waktu sangat penting sekitar 4,5 jam untuk memberi perawatan dan obat yang tepat pada pasien stroke.

Mereka yang tinggal jauh dari rumah sakit dapat menghadapi konsekuensi sangat buruk.

Tim peneliti itu yakin obat-obatan yang dikembangkan dari racun laba-laba ini dapat diberikan segera oleh paramedis, dan melindungi pasien dari kerusakan otak lebih jauh pasca stroke.

Halaman
12
Editor: tidakada016
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved