Pemilu 2019

Usai Pilpres, Bolehkah Sandiaga Uno Kembali Menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta?

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno,

Usai Pilpres, Bolehkah Sandiaga Uno Kembali Menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta?
instagram/SandiUno
Sandiaga Uno tidak ikut sujud syukur karena alasan cegukan. 

BANGKAPOS.COM - Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, tertinggal dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Merujuk pada hasil tersebut, mulai muncul pertanyaan mengenai kemungkinan Sandiaga kembali menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik menjawab, tak ada aturan yang melarang Sandiaga kembali menjadi wagub.

"Tidak ada aturan yang melarang," kata Akmal ketika dihubungi wartawan, Kamis (18/4/2019).

Akmal mengatakan, berdasarkan Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), partai pengusung gubernur dan wakil gubernur mengajukan dua nama ke DPRD melalui gubernur.

Sesudah itu, DPRD menggelar pemilihan atas dua nama itu.

Karena cegukan yang tak putus-putus, <a href='https://bangka.tribunnews.com/tag/sandiaga-uno' title='Sandiaga Uno'>Sandiaga Uno</a> tidak temani Prabowo Subianti klaim kemenangan pada Rabu malam

Instagram/SandiUno I Karena cegukan yang tak putus-putus, Sandiaga Uno tidak temani Prabowo Subianti klaim kemenangan pada Rabu malam

Saat ini, dua nama kandidat wagub DKI pengganti Sandiaga sudah diterima gubernur dan diteruskan ke DPRD. Namun, DPRD belum mulai menyiapkan pemilihan.

Lalu, bisakah nama Sandiaga dimasukkan agar dipilih kembali?

"Bisa saja, kenapa tidak?" ujar Akmal.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved