Ini Jawaban Mahfud MD Soal Prabowo Deklarasi Kemenangan Berdasarkan Perhitungan Sendiri

Ini Jawaban Mahfud MD Soal Prabowo Deklarasi Kemenangan Berdasarkan Perhitungan Sendiri

Ini Jawaban Mahfud MD Soal Prabowo Deklarasi Kemenangan Berdasarkan Perhitungan Sendiri
TRIBUNNEWS.COM
Ini Jawaban Mahfud MD Soal Prabowo Deklarasi Kemenangan Berdasarkan Perhitungan Sendiri 

Ini Jawaban Mahfud MD Soal Prabowo Deklarasi Kemenangan Berdasarkan Perhitungan Sendiri

BANGKAPOS.COM -Mahfud MD yang merupakan pakar tata hukum dan negara di Indonesia, ikut berkomentar atas deklarasi sebagai presiden yang dilakukan oleh Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai presiden berdasarkan hasil perhitungannya sendiri.

Hal tersebut dikatakan Mahfud MD saat menjawab pertanyaan netter lewat akun Twitter pribadinya, Sabtu (20/4/2019).

Netter tersebut bertanya, apakah boleh seseorang mendeklarasikan diri sebagai presiden berdasar UU?

Sementara negara tersebut memiliki presiden yang sah menurut UU.

"Kpd yth :Para Pakar pakar hukum Indonesia."

"Apakah diperbolehkan menurut UU ketika seseorang MENDEKLARASIKAN diri sebagai Presiden di negara yang berdaulat.?"

"Sedangkan negara tersebut mempunyai Presiden yg sah menurut UU.. ?" tanya netter itu.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu tak ada yang salah bila seseorang mendeklarasikan diri sebagai presiden terpilih berdasar hasil hitungan sendiri.

Aksi deklarasi ini, kata Mahfud MD, tidak melanggar hukum asal seseorang itu tidak melakukan aktivitas kepresidenan, seperti melakukan pemerintahan.

Aktivitas kepresidenan baru bisa dilakukan bila seseorang sudah dinyatakan menang secara sah oleh KPU dan bersumpah resmi di depan sidang MPR.

"Kalau mendeklarasikan diri sbg Presiden terpilih berdasar hasil hitungan sendiri boleh saja, itu tak melanggar hukum."

"Asalkan tidak melakukan aktivitas Kepresidenan (melakukan pemerintahan) sebelum dinyatakan menang scr sah oleh KPU dan bersumpah scr resmi di depan Sidang MPR," kata Mahfud MD.

Mahfud MD pun kembali ditanya apakah dirinya sudah menonton video sejumlah purnawirawan yang menyapa Prabowo Subianto dengan sebutan presiden.

Mahfud MD menjawab, dirinya tidak menonton dan tidak merespons video tersebut.

"Sy tidak nonton dan tdk merespons video itu," tulisnya.

Sebagaimana diketahui, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto telah melakukan deklarasi kemenangan pada Pilpres 2019.

Pada deklarasi kemenangan untuk ketiga kalinya, Prabowo akhirnya ditemani calon wakil presiden, Sandiaga Uno.

Terlihat pula Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

"Pada hari ini, saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024," ujar Prabowo.

Klaim kemenangan ini bukanlah tanpa alasan.

Prabowo menegaskan dari hasil real count internal yang didapat, ia dan Sandiaga mendapat 62 persen.

Selain itu, Prabowo mengatakan, perhitungan real count telah direkapitulasi oleh pihaknya dan Sandiaga Uno serta seluruh partai koalisi.

"Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat, karena kami punya bukti-bukti, usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan di berbagai kabupaten/kota seluruh Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo juga bilang, dirinya tetap akan bersahabat dengan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Lebih lanjut Prabowo mengatakan, dirinya akan membangun pemerintahan yang terdiri putra-putra terbaik bangsa untuk mempercepat pembangunan di Indonesia.

Divonis Kanker, Cinta Penelope Dengan Menahan Tangis Ungkap Alasan Suami Jatuhkan Talak Cerai

Di akhir deklarasi kemenangan itu, Prabowo juga mengumandangkan takbir sebanyak 3 kali dan kata merdeka 3 kali.

"Izinkan saya mengumandangkan takbir sebanyak 3 kali, merdeka 3 kali," kata Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo juga telah mengklaim kemenangan bahkan sempat sujud syukur atas kemenangannya pada Rabu (17/4/2019).

Namun, dalam deklarasi tersebut, Prabowo tak didampingi Sandiaga.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Sandiaga tidak sempat mendampingi Prabowo saat memberikan pernyataan terkait Pilpres 2019 pada Rabu (17/4/2019) karena sakit.

Bahkan, kata Dahnil, Prabowo melarang Sandiaga ikut memberikan pernyataan di depan awak media dan menyuruhnya untuk beristirahat.

"Bahkan, Pak Prabowo yang melarang Bang Sandi karena kondisinya yang tidak fit," kata Dahnil.

Sebelumnya, Sandiaga tidak tampak mendampingi Prabowo saat memberikan keterangan dalam menyikapi hasil quick count sejumlah lembaga survei, Rabu (17/4/2019).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menuturkan, hasil exit poll dan quick count yang digelar pihaknya menunjukkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul dari pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Klaim kemenangan Prabowo ini berbeda dari hasil quick count sejumlah lembaga survei.

Hasil hitung cepat dari 10 lembaga survei menunjukkan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan selisih sekitar 10 persen.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, beredar video video puluhan anggota Purnawirawan Pejuang Indonesia Rakyat (PPIR) yang menyapa Prabowo dengan sebutan presiden.

"Siap, Pak Presiden!"

Begini Sikap Andre Taulany Soal Postingan Istri yang Dilaporkan ke Polisi Gara-gara Hina Prabowo

Sebelum memberi sapaan, satu per satu dari mereka yang berbaris ini melakukan sikap hormat terlebih dulu.

Kemudian menyalami Prabowo yang juga membalas sikap hormat tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Prabowo Subianto menerima puluhan purnawiran di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Prabowo menyambut mereka saat tiba di depan pintu kediamannya dan menyalami seluruh purnawirawan yang datang.

Masih kata Dahnil, puluhan purnawirawan itu bermaksud untuk menyampaikan hasil pemungutan suara di banyak daerah.

Menurut Dahnil, BPN memang membentuk tim khusus yang terdiri dari para purnawirawan untuk memantau hasil Pemilu 2019.

"Kami memang membentuk tim khusus purnawirawan. Nah mereka ingin menyampaikan perkembangan dan temuan mereka ketika bertugas," ujar Dahnil saat ditemui di kediaman Prabowo, Kamis (18/4/2019).

Selain itu, lanjut Dahnil, Prabowo juga ingin menyampaikan agar para purnawirawan ikut membantu menjaga situasi pasca-pemilu.

Prabowo ingin masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan hasil quick count berbagai lembaga survei yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Pak Prabowo ingin menyampaikan pesan agar purnawirawan ikut menenangkan masyarakat, agar tidak ada keresahan atau kemarahan dari adanya hasil survei quick count saat ini," kata Dahnil.

Tampak dalam video, sejumlah wartawan mengabadikan momen ini.

Video ini menjadi viral sejak sore hari, terutama di Facebook dan Instagram.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Jawaban Mahfud MD Saat Ditanya Apa Prabowo Boleh Deklarasi Sebagai Presiden Atas Hitungan Sendiri, http://jatim.tribunnews.com/2019/04/21/jawaban-mahfud-md-saat-ditanya-apa-prabowo-boleh-deklarasi-sebagai-presiden-atas-hitungan-sendiri?page=all.
Penulis: Januar Adi Sagita
Editor: Sudarma Adi

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved