Terkesan Mendadak, Begini Kisah Sedih Sebelum Raden Ajeng Kartini Meninggal Dunia

Para sahabat, kerabat, dan semua orang yang mengenalnya tidak menyangka jika saat itu Kartini pergi begitu

Terkesan Mendadak, Begini Kisah Sedih Sebelum Raden Ajeng Kartini Meninggal Dunia
net
RA Kartini 

“Suatu kehilangan yang susah digantikan oleh mereka yang akan berusaha mengikuti jejaknya,” tulis Koran itu.

Kartini sendiri semasa hidupnya seperti sudah punya firasat kalau hidupnya tak akan lama.

Kartini diketahui sempat ‘berpamitan’ kepada orang-orang terdekatnya.
Saat berkirim surat kepada kepada Nyonya Abendanon tertanggal 10 Agustus, Kartini sempat mengatakan jika surat yang ia tulis merupakan surat terakhirnya.

Tanda-tanda itu juga ia sampaikan sendiri kepada adiknya, Roekmini.
Roekmini menceritakan bagaimana kakaknya yakin jika ia akan meninggal di usia muda dan hal ini terlihat dalam suratnya kepada Nellie van Kol pada tanggal 21 Juni 1905.

“Tak kala masih gadis dan masih berkumpul, Ayunda sering bilang bahwa ia tak mau hidup lebih lama dari 25 tahun.

Waktu mengandung, Kartini juga berulang kali menulis surat kepada Roekmini, memintanya untuk merawat anaknya jika ia tidak dapat merawat sang anak lagi.

Juga ketika sang suami, Bupati Djojo Adiningrat berbicara mengenai kemungkinan jika ia akan meninggal duluan karena usianya yang jauh lebih tua, Kartini akan memotong pembicaraan.

“Tidak Kanda, dari kita berdua aku nanti yang meninggal lebih dulu. Lihat saja nanti!,” tulis Roekmini dalam suratnya menceritakan perihal firasat Kartini.

Keponakan kesayangan Kartini, Soetijoso Tjondronegoro juga mendapat ‘tanda’ itu.

Saat berumur 5 tahun dan sedang bersama orangtuanya, tiba-tiba seekor cicak jatuh dikepalanya.

Halaman
123
Editor: tidakada016
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved