Berita Pangkalpinang

Warga Babel yang Mau Nikah Harus Ikuti Pendidikan Pra Nikah 18 Jam

Masyarakat Bangka Belitung yang ingin menikah harus melewati pendidikan pra nikah selama 18 jam mulai dari tingkat kelurahan hingga kabupaten.

Warga Babel yang Mau Nikah Harus Ikuti Pendidikan Pra Nikah 18 Jam
Bangka Pos/Krisyanidayati
Gubernur Babel Erzaldi Rosman. 

BANGKAPOS.COM--Masyarakat Bangka Belitung yang ingin menikah harus melewati pendidikan pra nikah selama 18 jam mulai dari tingkat kelurahan hingga kabupaten. 

Tanpa mengantongi sertifikat pelatihan pra nikah ini, para calon pengantin tidak bisa melangkah ke jenjang pernikahan.

"Wajib untuk punya sertifikat itu, dengan sertifikat itu nanti menunjukkan yang akan menikah siap untuk jadi mak dan siap jadi pak," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman kepada bangkapos.com belum lama ini.

Erzaldi membeberkan untuk tingkat kelurahan nanti akan diberikan sosialisasi pra nikah tingkat kelurahan 8 jam, di tingkat kecamatan 6 jam, dan di tingkat Kabupaten empat jam.

"Setelah jenjang ini dilalui baru nanti dikeluarkan sertifikat oleh kabupaten yang menunjukkan mereka boleh menikah. Ini akan dilakukan BP4 (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan)," jelas Erzaldi.

Ia menyebutkan, nantinya melalui penghulu desa yang akan kembali diaktifkan tugas pembinaan keluarga akan kembali dilakukan.

"ini sama seperti yang dilakukan di Bangka Tengah, cuma nanti ini dipayungi provinsi dan kanwil. SK penguhulu dari kanwil depag, provinsi membantu operasionalnya. Intinya sertifikat pelatihan pra nikah," kata Erzaldi.

Dijelaskan Erzaldi, jika sejak pra nikah sudah dipersiapkan secara matang maka akan dapat mengurangi angka pernikahan dini dan angka perceraian. Tak hanya disitu, diharapkannya nanti bisa menekan angka stunting terhadap anak yang dilahirkan.

"Saya ada ketemu orang, saya pikir masih muda tapi wajahnya udah agak tua. Saya tanya, umurnya berapa? 17 tahun katanya, sudah nikah pula, anaknya sudah dua. 17 tahun anak dua, jadi saya tanya SMP kelas 3 karena MBA. Ini yang mau kita tekan mengurangi pernikahan dini dan menekan stunting," tegas Erzaldi. (Bangkapos.com/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved