Kisah Soesalit Putra Semata Wayang RA Kartini Hingga Akhir Hayatnya

RA Kartini semasa hidupnya dikenal sebagai seorang wanita yang bersikeras memperjuangkan hak-hak kaum wanita.

Kisah Soesalit Putra Semata Wayang RA Kartini Hingga Akhir Hayatnya
HISTORIA.ID
Kartini dan anakny Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat 

Dari pernikahan ini, lahirlah Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat.

Soesalit diapit ayah dan ibunya, Raden Adipati Ario Djojoadhiningrat dan Kartini
Soesalit diapit ayah dan ibunya, Raden Adipati Ario Djojoadhiningrat dan Kartini (historyofcirebon.id)

Empat hari setelah melahirkan, kondisi Kartini semakin memburuk.

Hingga pada akhirnya, Kartini meninggal dunia di usia 25 tahun pada 17 September 1904.

Diduga karena penyakit preeklampsia (keracunan kehamilan).

Kartini harus meninggalkan anaknya yang baru berusia empat hari.

Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat adalah anak Kartini yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu kandung.

Soesalit seolah menjadi sosok yang terlupakan jika dibanding ibunya yang begitu menginspirasi banyak orang.

Saat bayi ditinggal mati ibunya, pada usia 8 tahun, Soesalit juga ditinggal sang ayah untuk selamanya.

Soesalit
Soesalit (Historia.id)

Dengan kondisi ini, Soesalit harus diasuh oleh kakak tirinya yang tertua, Abdulkarnen Djojoadiningrat.

Abdulkarnen Djojoadiningrat menjadi Bupati Rembang menggantikan ayahnya yang meninggal.

Abdulkarnen mengurus segala keperluan Soesalit, dari urusan sekolah hingga pekerjaan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved