Kisah Soesalit Putra Semata Wayang RA Kartini Hingga Akhir Hayatnya

RA Kartini semasa hidupnya dikenal sebagai seorang wanita yang bersikeras memperjuangkan hak-hak kaum wanita.

Kisah Soesalit Putra Semata Wayang RA Kartini Hingga Akhir Hayatnya
HISTORIA.ID
Kartini dan anakny Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat 

Semasa kecil, Soesalit mengenyam pendidikan di Europe Lager School (ELS), sekolah elit untuk para priyayi pribumi dan anak-anak Eropa.

Lulus dari ELS, Soesalit meneruskan jenjang pendidikannya ke Hogare Burger School (HBS) di Semarang.

Kemudian berlanjut ke Recht Hoge School (RHS) Jakarta.

Setahun sekolah di RHS, Soesalit memilih keluar dan bekerja sebagai pegawai pamong praja kolonial.

Di luar dugaan, setahun berselang, ternyata Abdulkarnen mendaftarkan Soesalit di Politieke Inlichtingen Dienst (PID).

PID adalah polisi rahasia Hindia Belanda.

Soesalit bertugas untuk memata-matai pergerakan kaum pribumi, bangsanya sendiri.

Tak jarang dirinya sering merasa galau dengan tugas beratnya ini.

Soesalit kemudian memilih keluar dari PID setelah Jepang masuk ke Indonesia.

Sekeluarnya dari PID, Soesalit bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA).

Soesalit dan keluarganya
Soesalit dan keluarganya (Arsip Indonesia)

Memasuki Masa Revolusi, nampaknya Soesalit tetap mengabdikan hidupnya pada kemiliteran.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved