Masih Fokus PAM Pemilu Serentak 2019, Kepolisian Tak Izinkan Laga Persebaya vs Madura United

Laga babak delapan besar Piala Indonesia antara Persebaya kontra Madura United pada 25 April tidak mendapat izin dari kepolisian.

Masih Fokus PAM Pemilu Serentak 2019, Kepolisian Tak Izinkan Laga Persebaya vs Madura United
Surya/Sugiharto
Pemain Madura United, Jaimerson Xavier (kanan) berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya, Amido Balde dalam laga leg kedua semifinal Piala Presiden 2019 di Gelora Ratu Pemelingan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (6/4/2019) malam WIB. Persebaya berhasil mengalahkan tim tuan rumah dengan skor 3-2 dan melaju ke final untuk menantang Arema FC setelah memiliki keunggulan agregat 4-2. 

BANGKAPOS.COM -- Laga babak delapan besar Piala Indonesia antara Persebaya kontra Madura United pada 25 April tidak mendapat izin dari kepolisian.

Laga yang sediannya digelar di Stadion Gelora Bung Tomo itu ditunda untuk waktu yang belum ditentukan, karena pihak kepolisian masih fokus melakukan pengamanan rangkaian Pemilu Serentak 2019.

Sebagaimana diketahui, rangkaian pemilu di Surabaya masih jauh dari kata selesai. Meski coblosan sudah dilakukan 17 April lalu.

Bawaslu merekomendasikan agar dilakukan hitung ulang suara. Tentu kondisi itu membutuhkan pengamanan yang luar biasa. Saat ini pun, polisi dan aparat gabungan mengawal dengan ketat tempat-tempat pengumpulan surat suara.

Tidak adanya izin pertandingan Persebaya kontra Madura United itu tertuang dalam surat Polrestabes Surabaya bernomor: B/126/IV/YAN.2.1/2019/Intelkam.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa permohonan izin pertandingan Persebaya tidak dipenuhi.

"Dan disarankan kepada Panitia Penyelenggara (Persebaya Surabaya) untuk mengubah jadwal pertandingan yang semula tanggal 25 April 2019 diundur sampai dengan batas waktu penghitungan suara Pemilu 2019 berakhir," demikian bunyi surat Polrestabes Surabaya kutib Bangkapos.com dari laman klub.

Tidak hanya jatah home Persebaya yang tidak mendapatkan izin keamanan. Madura United juga tidak mendapatkan izin untuk menggelar pertandingan home yang dijadwalkan pada 30 April.

Itu tertuang dalam surat Polres Pamekasan bernomor: B/467/IV/SIP.1.2/2019/Bagops. Polres Pamekasan tidak memberikan izin untuk adanya pertandingan sepak bola pada kurun waktu 24 April sampai 4 Mei. Sama dengan di Surabaya, hal itu terkait dengan rangkaian Pemilu.

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman bisa menerima pengunduran jadwal itu. Waktu yang ada bisa dimaksimalkan untuk mempersiapkan tim menghadapi Liga 1 yang akan dimulai awal bulan depan.

Halaman
12
Editor: tidakada017
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved