Berita Pangkalpinang

Kemendag Kumpulkan Eksportir Timah di Babel Tapi Rapatnya Tertutup Media

Rapat yang dibuka langsung oleh Dirjen PKTN Kementerian Perdagangan Veri Anggriono ini berlangsung tertutup bagi media.

Kemendag Kumpulkan Eksportir Timah di Babel Tapi Rapatnya Tertutup Media
ilustrasi ekspor timah 

BANGKAPOS.COM-- Kementerian Perdagangan menggelar rapateEvaluasi Penyederhanaan perizinan  ekspor produk Logam, mesin, alat transportasi, dan alat elektronika (produk timah) dan
Sosialisasi Peraturan Dirjen Perdagangan Luar Negeri nomor 05/Daglu/Per/2/2019 tentang petunjuk teknis verifikasi atau penelusuran teknis ekspor timah, di Hotel Novotel Bangka Tengah, Selasa (23/4/2019).

Rapat yang dibuka langsung oleh Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan Veri Anggriono ini berlangsung tertutup bagi media. Diketahui, kegiatan ini juga turut dihadiri direktur pengembangan ekspor Merry.

Berdasarkan data absen undangan yang terdapat di meja registrasi, peserta yang hadir dalam kegiatan itu diantaranya ialah para eksportir timah di Babel, selain itu juga turut hadir surveyor.

Dirjen PTKN ditanyai usai membuka acara, mengatakan kegiatan ini hanya sosialisasi untuk menggenjot ekspor timah Babel yang sempat turun 3 persen.

"Kita tahu Babel produsen timah terbesar dan penyumbang devisa, ekspor timah menurun tiga persen, ini menjadi perhatian kita agar kedepan yang turun bisa kita tingkatkan dapat menyeimbangkan neraca perdagangan kita," jelas Veri saat akan meninggalkan lokasi kegiatan.

Dikatakannya, perkembangan ekspor dalam neraca perdagangan mengalami defisit, pihaknya yang membidangi tertib niaga juga memiliki peran untuk mendorong agar ekspor ini bisa meningkat khsusunya ekspor timah.

"Kita tahu, kita industri timah terbesar, tapi kenapa kita tidak bisa mengatur harga, kedua harusnya bisa di ekspor mengikuti ketentuan berlaku tapi malah terjadi penurunan ekspor," katanya.

Disinggung soal menurunnya ekspor, ia mengatakan pihaknya berupaya menyederhanakan dan tidak menghambat proses ekspor.

"Mungkin ada beberapa kebijakan yang belum pas, makanya temen-temen di Dirjen Perdagangan Luar Negeri membuat aturan yang mempermudah ekspor dan dari sisi legalitas bisa menunjang ekspor ini," sebutnya.

Ditanyai perihal banyaknya perusahaan eksportir timah yang tak ekspor belakangan, ia mengatakan pihaknya akan mengkaji hal ini.

"Kita harus tahu persis, dan saya akan cek dulu. Tapi kalau kita tidak lakukan verifikasi di daerah asal barang, khsusunya di Pelabuhan tujuan, tidak menutup kemungkinan nanti ekspor timah dari negara lain malah naik yang notabene tidak punya lahan. Tapi kita yang punya lahan malah turun, itulah perlu verifikasi," ungkap Veri.

Salah satu pegawai Kemendag yang ditanyai perihal tertutupnya kegiatan ini, mengatakan adanya sosialisasi internal.

"Ada sosialisasi internal, itu mungkin yang membuat tertutup. Kita ikuti arahan pimpinan saja," katanya. 
 

Penulis: krisyanidayati
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved