Berita Pangkalpinang

Ketua KPAD Babel Kaget Bocah 9 Tahun Melahirkan Bayi

Persoalan sejumlah kasus anak di Babel sampai saat ini terus menjadi perhatian pihak KPAD Babel

Ketua KPAD Babel Kaget Bocah 9 Tahun Melahirkan Bayi
(Ryan A Prakasa)
Ketua KPAD Babel saat memberikan materi dalam acara diskusi publik 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Baru kali ini di provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel) digemparkan adanya kejadian anak usia 9 tahun ternyata sudah melahirkan anak.

Kejadian tersebut diungkapkan langsung oleh ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Provinsi Babel (KPAD Babel) di sela-sela acara kegiatan diskusi publik 'Refleksi 3 Tahun KPAD Provinsi Bangka Belitung & Pemberian Penghargaan Peduli Perlindungan Anak', Selasa (23/4/2019) bertempat di ballroom hotel Grand Vella, Pangkalan Baru, Bangka Tengah.

"Kejadian ini benar-benar membuat kita sangat terkejut sekali. Anak seusia itu melahirkan seorang bayi lantaran korban tindak pencabulan ayah tirinya," ungkap Sapta saat menjadi narasumber dalam diskusi publik tersebut.

Persoalan sejumlah kasus anak di Babel sampai saat ini terus menjadi perhatian pihak KPAD Babel, bahkan berdasarkan data yang dimiliki pihaknya pada tahun 2018 lalu tercatat sebanyak 31 perkara kasus anak antara lain kekerasan fisik 7 kasus, kekerasan psikis 2 kasus, kekerasan seksual 7 kasus, penelantaran anak 5 kasus dan kasus hak asuh anak sebanyak 10 kasus.

"Kondisi kasus seperti ini sangat perlu menjadi perhatian kita semua. Sebab anak-anak punya hak untuk dilindingi," tegas Sapta.

Begitu pula pada tahun 2019 ini khususnya per April menunjukan data total kasus anak mencapai angka 12 kasus meliputi kekerasan fisik anak 4 kasus, penelantaran 1 kasus, perlindungan anak 1 kasus, napza 1 kasus, hak asuh 3 kasus dan kekerasan seksual sebanyak 2 kasus.

Kegiatan diskusi publik kali ini pihak KPAD Babel bekerja sama dengan lembaga bantuan hukum (LBH) Pusat Dukungan Kebijakan Publik (PDKP) Provinsi Babel dengan menghadirkan seorang narasumber asal KPAI pusat, DR Sutanto dan melibatkan pula sejumlah intansi terkait antara lain, kepolisian, kejaksaan termasuk ormas/LSM maupun awak media massa sebagai peserta diskusi.

(BANGKA POS/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved