Pemilu 2019

Ketua KPPS Gabek Alami Kecelakaan Saat Tugas, Sedih Harus Bayar Biaya Rumah Sakit Rp 3,7 Juta

Berbalut perban di pelipis mata dan tangan, Zulkarnaen Ketua KPPS di Kecamatan Gabek menerima kedatangan wartawan bangkapos.com

Ketua KPPS Gabek Alami Kecelakaan Saat Tugas, Sedih Harus Bayar Biaya Rumah Sakit Rp 3,7 Juta
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Zulkarnaen korban kecelakaan saat bertugas sebagai ketua KPPS menunjukkan tagihan dari RSBT, Selasa (23/4) 

BANGKA POS.COM-- Berbalut perban di pelipis mata dan tangan, Zulkarnaen Ketua KPPS di Kecamatan Gabek menerima kedatangan wartawan bangkapos.com bersama Ketua KPU Kota Pangkalpinang dirumahnya, Selasa (23/4/2019).

Zulkarnaen mendapatkan luka yang hampir menutupi matanya saat ia bertugas sebagai ketua KPPS di Kecamatan Gabek.

Saat ditemui, Zulkarnaen menceritakan kronologis dengan begitu tenang sekaligus sesekali ia memperlihatkan luka yang telah di perban.

"Saat itu sakit gigi disuruh beli paramex, lalu perut sakit dan pamit izin untuk pulang BAB, bawa motor lalu kira-kira 50 meter ngerasa tidak kuat lagi bejalan dan saya berenti dan duduk di sebelah motor," ungkap Zulkarnaen.

Zulkarnaen saat kejadian tidak merasa bahwa ia mengalami kecelakaan parah dan tidak mengetahui sepanjang jalan telah berlumuran darah dari pelipis mata dan tangan.

"Tiba-tiba ada temen dari TPS bilang jangan dulu berangkat, bapak tidak lihat tangan kepala bapak sudah berdarah, lalu saat itu saya bingung ternyata saya sudah berpindah tempat dan saya sudah luka-luka," tambahnya.

Setelah sadar berlumuran darah, sekitar pukul 02.47 Zulkarnaen dibawa ke Rumah Sakit Bakti Timah untuk mendapatkan pertolongan.

Namun musibah tidak berhenti saat Zulkarnaen mendapatkan luka saja, seusai menjalani perawatan selama 4 malam di RSBT, Zulkarnaen harus membayar penuh biaya perawatannya.

Kartu BPJS Kesehatan yang dimilikinya tidak berarti apa-apa setelah ia diharuskan membayar Rp 3,7 juta kepada pihak rumah sakit.

"Iya sedihnya disitu, saya ini kerja untuk negara. KPU Itu punya negara, saat saya kecelakaan seperti ini saya masih sebagai ketua KPPS. Namun apa saat mau menggunakan BPJS Kesehatan malah disuruh ngurus surat kepolisian. Lalu saat mau ngurus surat kepolisian malah dibilang tidak bisa menggunakan BPJS Kesehatan dan harus menggunakan BPJS ketenagakerjaan," ungkap Zulkarnaen dengan mata berkaca-kaca.

Zulkarnaen berharap mendapatkan bantuan terutama dari KPU Kota Pangkalpinang.

"Masih banyak, saat ini saja motor masih ada di polsek. Minta bantuan untuk diproses agar mudah keluar dan ini coba konfirmasi sama BPJS kesehatan apa benar seperti ini, gaji kami KPPS itu tidak seberapa tapi ya tidak tau ngapalah kalau sudah seperti ini," harapnya.

Mendengarkan harapan Zulkarnaen, Penti selaku ketua KPU Kota Pangkalpinang mengatakan, akan membantu segala kebutuhan Zulkarnaen dan akan memberikan beberapa donasi dari KPU Kota Pangkalpinang.

"Akan kami urus semuanya, saya akan perintahkan staff untuk membantu bapak ke pihal kepolisian guna mengurus motor dan juga saya kirim juga buat bantu bapak mengenai BPJS kesehatan. Kalau tidak menemukan titik terang terutama BPJS kesehatan, maka kami dari pihak KPU Kota Pangkalpinang akan melaksanakan rapat untuk membantu bapak," ujar Penti kepada Zulkarnaen. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved