Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mau Jadi Praja IPDN? Babel Dapat Kuota 27 Orang Untuk Masuk IPDN

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan jatah sebanyak 27 orang bagi masyarakat yang berminat

Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Krisyanidayati
Kasubbid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Erisco Nurrahman. 

BANGKAPOS.COM-- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapatkan jatah sebanyak 27 orang bagi masyarakat  yang berminat untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2019.

IPDN merupakan sekolah kedinasan dibawah Kementerian Dalam Negeri, dimana para lulusan IPDN akan diangkat menjadi CPNS. Bagi anda yang berminat dapat melakukan pendaftaran online yang dimulai sejak 9-30 April mendatang.

Kasubbid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Erisco Nurrahman, mengatakan jumlah kouta praja IPDN untuk Babel memang berkurang dari tahun lalu sebanyak 38 orang.

"Tahun ini kita 27 formasi untuk Babel tahun lalu kita 38, in berdasarkan alokasi dari Kemendagri ditentukan berdasarkan jumlah kabupaten/kota, setiap kebupaten/kota calon praja itu berkisar 3-5 Orang," kata Erisco baru-baru ini.

Ia menyebutkan, untuk sekolah ikatan dinas yang nantinya tes akan difasilitasi oleh pemprov Babel ialah IPDN dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Kementerian Perhubungan.

"Ada banyak sekolah kedinasan yang dibawah Kementerian Lembaga, tapi untuk yang nantinya tesnya dilakukan di Babel hanya IPDN dan STTD nanti tes CAT nya difasilitasi kita, tapi tetap soal dan panitianya dari BKN. Kalau mau ikut tes seperti STAN itu kan menginduk ke regional misalnya ke Palembang atau tes nya langsung ke Kementerian terkait," sebutnya.

Erisco menyebutkan, pendaftar IPDN setiap tahunnya selalu tinggi, bahkan tahun lalu dari 38 formasi yang tersedia pendaftarnya mencapai sekitar 400 lebih orang.

"Tiap tahun antusiasnya tinggi, ini kan kalau lulus langsung CPNS kalau untuk yang S1 itu  dan D4 itu golongan 3 A pranata muda, kalau yang D3 itu golongan 2 C. Kenapa langsung CPNS karena mereka dari awal tes masuk itu sudah ada tes SKD, dan tes SKD ini menjadi syarat untuk penerimaan CPNS," katanya.

Disinggung soal biaya pendidikan, Erisco menjelaskan biaya pendidikan diakomodir oleh kementerian terkait melalui APBN, Namun ada juga yang diakomodir oleh APBD.

"Sekolah kedinasan semua diakomodir oleh pemerintah, artinya murni dari APBN dibiayai pemerintah baik kehidupan, proses belajar dan mengajar karena mereka asrama. Kalau STTD diakomodir pemerintah daerah keseluruhan biaya pendidikan dan kehidupan peserta yang sudah lulus tes," katanya. (Bangkapos.com/Krisyanidayati)

 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved