Berita Pangkalpinang

Rekam Biometrik Sebagai Syarat Penerbitan Visa Bagi Calhaj

Kemenag Kota Pangkalpinang melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh mengadakan manasik bagi Jemaah Calon Haji

Rekam Biometrik Sebagai Syarat Penerbitan Visa Bagi Calhaj
Bangkapos.com/Edwardi
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr H Muhammad Ridwan memberikan materi dalam manasik haji JCH Pangkalpinang di Masjid Al Furqon, Selasa (23/04/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh mengadakan manasik bagi Jemaah Calon Haji (JCH atau Calhaj) di Masjid Al Furqon Pangkalpinang, Selasa (23/04/2019).

Manasik haji ini dihadiri 221 orang JCH Pangkalpinang yang masuk kuota keberangkatan tahun 2019 dan telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang, H Abdul Rohim, dengan pemateri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr H Muhammad Ridwan.

Muhammad Ridwan menyampaikan hasil Rakernas Haji 20 April 2019, mengenai perubahan-perubahan pelayanan jemaah Haji Tahun 1440 H/2019 M.

"Pelaksanaan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa diupayakan dilaksanakan di Asrama Haji Babel dan Kemenag Belitung. Sekiranya ada kendala pelaksanaan rekam akan dilaksanakan di embarkasi Palembang," katanya.

Dilanjutkannya, dengan penambahan kuota transportasi domestik menuju embarkasi Palembang bagi jemaah tambahan menjadi tanggungan yang bersangkutan.

"Zonasi penempatan untuk jemaah Babel yang masuk embarkasi Palembang berada di wilayah Raudhoh," ujarnya.

Diharapkannya, jemaah calon haji Pangkalpinang mempersiapkan fisik maupun mental terutama mendekati masa Armina (Arofah, Musdalifah dan Mina).

"Umroh sunnah bagus dilaksanakan namun seyogyanya dikurangi intensitas pelaksanaan pada saat menjelang wukuf," sarannya.

Ditambahkannya, ujian kesabaran dimulai saat keberangkatan jemaah menuju Arofah untuk wukuf, sejak antrian bus sampai berada ditenda-tenda bersama jutaan umat Islam dari negara lain.

"Hal yang sangat dibutuhkan selama proses Armina adalah stok sabar sebanyak-banyaknya, karena saat berada di Arofah dengan kondisi tinggal di tenda dan sarana prasarana yang sedikit dibutuhkan kesabaran untuk antri dalam setiap aktifitas," ungkapnya.

Dilanjutkannya, usai wukuf kesabaran berikutnya adalah saat berada di Muzdalifah untuk mabit, di tempat yang luas sambil mencari batu kerikil untuk melempar jumroh.

"Pada pelaksanaan lempar jumroh jemaah disarankan mengikuti arahan ketua komisi, terutama waktu tertentu yang aman untuk melempar jumrah," harapnya.

Diungkapkannya, permasalahan utama yang harus dihadapi jemaah haji adalah melatih kesabaran karena berhadapan dengan kondisi cuaca yang kontras dengan tanah air, pemenuhan kebutuhan biologis yang tidak tersalur sering memicu tindakan emosional, oleh sebab itu sabar menjadi kuncinya.

Terkait dam (denda) ada tiga cara dalam pembayarannya, yakni dengan membayar dam melalui sembelihan kurban, berpuasa 10 hari atau membayar melalui bank. (Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved