Begini Reaksi Ahok BTP Dengar Kabar Mantan Stafnya Berpeluang Lolos ke DPRD DKI dalam Pemilu 2019

Eks staf Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang bernama Ima Mahdiah maju dalam Pemilihan Legislatif 2019 DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Begini Reaksi Ahok BTP Dengar Kabar Mantan Stafnya Berpeluang Lolos ke DPRD DKI dalam Pemilu 2019
Suharli / Pos Belitung
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) saat duduk santai di kediamannya di Gantung, Belitung Timur. Minggu, (3/1/2019). Begini Reaksi Ahok BTP Dengar Kabar Mantan Stafnya Berpeluang Lolos ke DPRD DKI dalam Pemilu 2019 

Begini Reaksi Ahok BTP Dengar Kabar Mantan Stafnya Berpeluang Lolos ke DPRD DKI dalam Pemilu 2019

BANGKAPOS.COM - Eks staf Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang bernama Ima Mahdiah maju dalam Pemilihan Legislatif 2019 DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Diketahui, Ima Mahdiah maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Selama masa kampanye, Ahok BTP bahkan sempat mempromosikan mantan stafnya itu.

BTP sempat mengingatkan kepada warga Jakarta untuk memilih Ima dalam Pemilu 2019.

Alasannya, menurut Ahok BTP agar bisa mendukung pemerintahan yang baik, bersandingan dengan pemerintahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat ini.

"Nah jadi harapan saya, kalau mau membantu pemerintahan yang baik, ya kita menangkanlah Pemilu ini, biar PDI Perjuangan tetap memimpin di DPRD dan DPR RI juga bisa mencapai 35 persen seperti zaman kejayaan tahun 99 dulu, pas kejatuhan Orde Baru waktu itu," ungkap Ahok waktu itu.

Sementara itu berbeda dari mantan stafnya, Ahok BTP justru mengaku tidak akan mengikuti kontestasi politik dalam waktu dekat.

Kini usai pencoblosan, sudah mulai penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dan dari penghitungan cepat, Ima Mahdiah berpeluang lolos sebagai anggota dewan di DPRD DKI Jakarta.

Ia pun sudah membicarakan hal ini kepada Ahok BTP.

Sebagaimana hal itu terlihat dalam postingan Ima Mahdiah di akun Instagramnya, Rabu (24/4/2019).

Menurut Ima, Ahok sudah memberikan ucapan selamat meskin hasil resmi belum diumumkan.

Ahok BTP juga memotivasi Ima agar kelak bisa menjadi pelayan masyarakat yang baik.

"Gw : Pak menurut penghitungan suara sementara, saya lolos DPRD DKI capaian suara jg diluar dugaan

BTP: Selamat! Kamu kerja aja yang baik biar bisa bantu orang banyak. Kita semua selalu support," tulis akun Instagram @ima.mahdiah.

Unggahan Ima itu kemudian menuai komentar warganet pengguna Instagram.

Ima menjadi caleg dapil 10 Jakarta Barat dari PDIP dengan nomor urut 4 untuk wilayah Kecamatan Kembangan, Taman Sari, Kebon Jeruk, Palmerah, dan Grogol Petamburan.

Dikutip dari Kompas.com, Ima Mahdiah berjanji apabila terpilih dan mengemban amanat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, dirinya ingin memastikan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, baik dari pemerintahan sebelumnya bisa dilanjutkan.

“Saya sebelumnya pernah ada di ranah eksekutif dengan bekerja bersama Pak Ahok dalam mewujudkan mimpinya menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jakarta,” ujar Ima ketika dihubungi, Jumat (28/9/2018).

“Oleh karena itu saya pribadi berkepentingan agar program pemerintah sebelumnya yang sudah baik seharusnya bisa terus dilaksanakan demi kepentingan masyarakat luas,” tambah dia.

Ima menambahkan, lembaga DPRD merupakan unsur penting dalam pemerintahan daerah.

Seorang wakil rakyat di lembaga itu mendapatkan mandat dari masyarakat untuk mengawasi pembangunan.

Melalui DPRD DKI, Ima ingin terlibat dan berkontribusi langsung dalam mengawasi pembangunan di Jakarta.

Ima juga ingin menjadi penyambung aspirasi masyarakat ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Saya percaya dengan cara ini maka tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembangunan DKI bisa terus ditingkatkan,” kata Ima.

Status Ahok di PDI-P

Ketua DPP Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDI-Perjuangan Djarot Saiful Hidayat sebelumnya mengatakan, tidak ada jabatan yang diemban mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang baru menjadi anggota PDI-P.

Djarot menyebut Ahok hanya menjadi anggota biasa.

"Dia anggota biasa saja, anggota biasa itu kan bisa di tingkat mana pun."

"Pokoknya anggota biasa, sama dengan anak ranting juga punya KTA, simpatisan juga punya KTA," ujar Djarot ketika dihubungi, Jumat (8/2/2019).

Djarot mengatakan, Ahok tidak keberatan dengan hal itu dan tak meminta jabatan apa pun saat memutuskan bergabung dengan PDI-P.

Menurut Djarot, PDI-P tidak akan melarang warga negara yang ingin bergabung sepanjang memenuhi syarat.

"Siapa pun boleh masuk, yang sesuai dengan visi PDI-P mau masuk ya silakan."

"Bahkan pendiri PKS Almarhum Ustad Yusuf Supendi masuk kok," kata dia, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Ketika mendaftarkan diri, kata Djarot, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Ahok.

Salah satu syarat paling penting adalah kesepahaman mengenai ideologi Pancasila.

"Karena kami partai terbuka siap apun boleh dan tanpa paksaan."

"Asalkan ideologinya Pancasila ya, itu harus mutlak."

"Terus taat pada AD/ART juga," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Reaksi Ahok BTP saat Dengar Kabar Mantan Stafnya Berpeluang Lolos ke DPRD DKI dalam Pemilu 2019, http://solo.tribunnews.com/2019/04/24/reaksi-ahok-btp-saat-dengar-kabar-mantan-stafnya-berpeluang-lolos-ke-dprd-dki-dalam-pemilu-2019?page=all. Penulis: Hanang Yuwono Editor: Hanang Yuwono

Editor: Evan
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved