Pemilu 2019

Caleg Ini Curiga Dicurangi, Lapor Panwaslu Minta C1 Pleno Dibuka

Hasil rekapitulasi suara di PPK Muntok diprotes oleh caleg Parta Golkar Nomor Urut 6, Liana Tirta Anda Lusia, dari Dapil Bangka Barat 1.

Bangka Pos / Hendra
Pardi, Ketua KPU Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Hasil rekapitulasi suara di PPK Muntok diprotes oleh caleg Parta Golkar Nomor Urut 6, Liana Tirta Anda Lusia, dari Dapil Bangka Barat 1.

Keberatan tersebut disampaikannya terkait hasil perhitungan rekapitulasi yang dilakukan oleh PPK Muntok tidak sesuai antara C1 hasil pleno dengan C1 plano (perhitungan di TPS) yang berada di TPS 1 Desa Belo Laut.

Melalui tim suksesnya Dedi Wijaya mengatakan surat keberatan tersebut telah disampaikan langsung ke PPK Muntok ditembuskan kepada KPUD Bangka Barat, Bawaslu Bangka Barat, Bawaslu Propinsi Bangka Belitung dan Ketua DPD I Partai Golkar.

“Keberatan kita atas hasil tersebut sudah kita sampaikan. Kita minta agar PPK mengecek dan menghitung kembali dengan membuka C1 plano. Jadi kita sama-sama tahu kesalahannya ada di mana,” kata Dedy Wijaya, kepada bangkapos.com, Rabu (24/4/2019).

Dedy menyampaikan C1 yang didapat dari KPPS terdapat ada kesalahan. Jumlah keseluruhan hasilnya ada 60 suara. Tetapi saat suara dijumlahkan ternyata hanya 50 suara.

Untuk caleg atas nama Liana kata Dedy dari C1 tersebut tertulis mendapatkan 5 suara sedangkan yang ada di C1 Plano sebanyak 15 suara.

“Mungkin di sini ada kesalahan penulisan saja. Cuma tetap kita harus melayangkan surat keberatan kita untuk mengecek kembali. Jadi hasilnya harus sama antara C1 hasil pleno dengan C1 pleno. Kalau bukti-buktinya kita sudah sampaikan semua. KPPS juga mengakui ada kesalahannya,” ujar Dedy Wijaya.

Sementara itu Ketua KPU Bangka Barat, Pardi dikonfirmasi harian ini membenarkan adanya surat keberatan tersebut. KPU meminta agar PPK menindaklanjuti keberatan yang disampaikan oleh peserta pemilu.

“Kita sudah dapat surat tembusannya. Dan kita minta PPK untuk membuka C1 Plano. Dan memang harus seperti itu, jadi pleno harus clear dari protes atau keberatan dari para peserta,” ujar Pardi.

Dari bukti yang disampaikan oleh pelapor kata Pardi sudah cukup lengkap. Memang ada terjadi perbedaan jumlah perhitungan antara C1 Plano dengan C1 hasil pleno.

“Bukti dari pelapornya lengkap dan memang ada kesalahan. Jadi kita minta selesaikan saja dulu ditingkat PPK dengan membuka C1 Plano dicek dan dihitung ulang seperti yang disampaikan dalam surat keberatan,” ujar Pardi.

Dia menambahkan bahwa tidak ada keinginan dari KPU atau PPK untuk mengubah jumlah suara. Permasalahan ini terjadi hanya karena faktor kelelahan saja. Imbasnya terjadi kesalahan penghitungan ataupun penulisan.

(Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved